Jakarta, Venuemagz.com – Inovasi kuliner tidak selalu bermula dari dapur restoran besar. Ia bisa tumbuh dari bahan pangan lokal, racikan kopi, resep gelato, atau produk olahan yang dikembangkan pelaku usaha kecil untuk menjawab kebutuhan pasar.
Ragam kemungkinan itu mendapat ruang dalam pameran KRISTA InterFOOD 2026 yang bakal terlaksana pada tanggal 4 hingga 7 November di NICE PIK 2. Pameran yang berlangsung selama 4 hari itu akan menghadirkan program kompetisi, edukasi, dan pengembangan produk bagi pelaku industri makanan dan minuman.
Salah satu agenda yang dihadirkan adalah Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 atau Intermediate Product Edition. Ini merupakan program Kementerian Perindustrian untuk mendorong daya saing industri kecil dan menengah (IKM) pangan melalui pengembangan produk antara berbasis sumber daya lokal.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan nasional. Melalui pameran, pelaku IKM berkesempatan memperkenalkan produk kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri, sekaligus menjajaki akses pasar yang lebih luas.
Di sektor kuliner profesional, KRISTA InterFOOD 2026 juga menghadirkan La Cuisine Cooking Competition dan Global Chef Championship. Bekerja sama dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACP Indonesia), kompetisi tersebut dirancang untuk menguji keterampilan, kreativitas, dan teknik memasak para chef.
Penyelenggara menyebut La Cuisine Cooking Competition 2026 akan melibatkan 1.100 chef, dengan lebih dari 30 kategori kompetisi yang mencakup masakan tradisional dan internasional.
Dunia kopi juga memperoleh panggung tersendiri melalui rangkaian kompetisi yang bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia. Agendanya mencakup Krista InterFOOD Roasting Competition (KIROC), Cup Taster Competition, Coffee Signature Competition, dan Manual Brew Competition.
“Untuk kompetisi kopi ini khusus untuk nasional saja, pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia, tidak ada dari negara lain,” ujar Daud di acara Jumpa Pers Rabu (28/10/2026) di Gedung Kementerian Perindustrian RI.
Sementara itu, Gelato World Tour 2026 membuka ruang bagi perajin gelato untuk mengeksplorasi resep dan kombinasi rasa, termasuk melalui pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia.
Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri kuliner tidak berhenti pada penciptaan rasa. Kualitas produk, keterampilan tenaga profesional, konsistensi pengolahan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar juga menjadi bagian dari prosesnya.
KRISTA InterFOOD 2026 turut menghadirkan seminar dan edukasi industri bersama sejumlah asosiasi. Materinya mencakup strategi membawa produk pangan ke pasar, pengembangan produk rumput laut bernilai tinggi, hingga registrasi suplemen kesehatan.
Bagi UMKM, tantangan berikutnya adalah mengubah kreativitas menjadi produk yang mampu bersaing secara berkelanjutan. Akses terhadap pembeli, distributor, pengetahuan industri, dan peluang kemitraan dapat menjadi jembatan antara produk yang menarik dan bisnis yang berkembang.
Pada akhirnya, inovasi kuliner bukan semata soal menciptakan sesuatu yang berbeda. Nilainya juga ditentukan oleh kemampuan mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki mutu, pasar, dan daya saing.




