Loemadjang Djaman Doeloe Terlihat Sempurna

Tuesday, 12 December 17   16 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Loemadjang Djaman Doeloe
Foto: Dok. Forwarpar

Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menggelar pameran Loemadjang Djaman Doeloe yang berlangsung pada 9-12 Desember 2017 di Kawasan Wonorejo Terpadu, Lumajang, Jawa Timur. Ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya.

As’ad, Bupati Lumajang, mengatakan, jika pada penyelenggaraan dua tahun sebelumnya masih mencari format dan bentuk, pada tahun ketiga ini Loemadjang Djaman Doeloe sudah mulai terlihat sempurna.

“Tahun pertama kita selenggarakan di alun-alun dan masih mencari bentuk. Bagi anak sekarang, mungkin karena sudah terlalu jadul, justru bagi mereka terlihat baru. Tahun kedua diselenggarakan di sini (Kawasan Wonorejo Terpadu) terus kita evaluasi, hingga tahun ketiga sudah mulai terlihat sempurna bentuknya,” ujar As’ad.

“Oleh karena lokasinya di dekat terminal Minak Koncar, saya ingin semua orang bisa melihat dan menyaksikan event ini. Artinya, melalui event ini standar kinerja pemerintah kita sudah dihargai di tingkat provinsi dan nasional. Ini dibuktikan dengan wisatawan yang datang dari luar daerah Lumajang,” ujar As’ad.

As’ad mengatakan, ternyata event Loemadjang Djaman Doeloe ini pun mampu menggerakkan perekonomian rakyat. Karena itu, ia berharap pihaknya harus menjaga dan mempertahankannya. Ke depannya, akan terus dievaluasi sampai ke tingkat provinsi, baru setelah itu ke tingkat nasional dengan menggandeng Kementerian Pariwisata. Yang patut diapresiasi, salah satu kabupaten tetangga sudah turut berpartisipasi pada acara ini.

Deni Rohman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, mengatakan, “Pada 2015, event Loemadjang Djaman Doeloe hanya dikunjungi 10.000 orang, lalu pada 2016 meningkat menjadi 47.000 pengunjung, dan tahun ini meningkat dua kali lipat menjadi 100.000 pengunjung,” ungkap Deni.

Penyelenggaraan Loemadjang Djaman Doeloe 2017 diikuti 60 stan dari 21 kecamatan dan beberapa stan dari komunitas sepeda dan motor antik. Pada acara ini juga ada berbagai permainan tradisional, jajanan ndeso, serta dua panggung besar untuk mengakomodir atraksi kesenian dan kebudayaan para peserta pameran.