Bali, Venuemagz.com – Untuk pertama kalinya, Mereren Festival akan digelar di Noema Resort Pererenan Bali, Pantai Pererenan & Lingkungan Sekitarnya pada 21-23 Agustus 2026. Festival ini menyatukan tradisi budaya, diskusi kreatif, musik, wellness, pengalaman kuliner, dan kolaborasi lingkungan di seluruh Pererenan.
Mengusung tema Sasmita Samudra: The Sign of the Sea, festival ini mengeksplorasi kisah-kisah yang saling terhubung antara Angin (Wind), Ombak (Wave), dan Lingkungan (Neighborhood). Setiap harinya menawarkan ekspresi yang berbeda tentang Pererenan melalui tradisi budaya, percakapan bermakna, musik, seni, makanan, dan pengalaman komunitas bersama.
Setiap harinya, festival ini akan menampilkan sejumlah musisi untuk menghibur para pengunjung di atas panggung megah. Festival ini juga rutin menghadirkan program BICARA Talks yang membahas berbagai tema menarik terkait pariwisata Bali dan lainnya.

Pengalaman kuliner juga akan dihadirkan dalam festival ini khususnya pada hari pertama dibuka. Terdapat Dinner Under the Kite: The Sky Feast, sebuah pengalaman bersantap di ruang terbuka yang dikurasi Chef Dom Tropical dan diiringi Orasare dan Lamented Laughter serta sesi live painting oleh Sastia Naresvari.
Program kuliner juga akan hadir dalam Smokin’ Sunday at Paparempa: One Last Sunset yang menampilkan Paparempa’s Yard BBQ Social. Ini merupakan sebuah kumpul komunitas santai yang berpusat pada hidangan lezat, berbagi meja bersama, dan energi hari Minggu sore.
Terdapat juga program budaya seperti Cultural Lab yang menawarkan pengalaman membuat dupa, pola batik tradisional, sabun alami, upcycling, jam tangan, melukis tanah liat berlapis kaca (glazed clay), cyanotype, fotografi pinhole, kelas tari, hingga pengalaman wellness. Lalu ada pertunjukan seni spesial oleh Putu Septa × Wayang Lemah yang diikuti oleh Wax in the Lobby: Last Spin bersama Marvel.
Di luar program utama, festival ini juga mengajak para tamu untuk menemukan Pererenan melalui Kite Festival & Showcase yang dikurasi Kadek Armika dan kawan-kawan. Kegiatan ini menampilkan lokakarya pembuatan layang-layang di pantai untuk merayakan seni dan warisan budaya layang-layang Bali.
Pada luar area utama festival, Mereren Passport mengundang pengunjung untuk menjelajahi mitra lingkungan yang berpartisipasi seperti Shelter, Fuego, dan 7AM/7PM. Di sini, para tamu dapat menemukan pilihan bersantap, gaya hidup, dan ruang kreatif lokal yang membuat lingkungan ini unik.
Tak hanya acara hiburan, festival ini juga fokus terhadap lingkungan sekitar yang berkelanjutan. Aksi bersih-bersih jalan dan pantai (Neighborhood Street & Beach Clean-Up) akan dilakukan setelah semua acara selesai yaitu tanggal 24 Agustus 2026.
Aksi ini menyatukan Seven Clean Seas, Bintang Beer, dan kolaborator lingkungan untuk merawat jalanan dan garis pantai Pererenan. Inisiatif ini juga mencerminkan keyakinan Mereren bahwa merayakan sebuah tempat juga berarti ikut bertanggung jawab atasnya.








