Jakarta, Venuemagz.com – Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan dioptimalkan sebagai pusat penyelenggaraan event dan ruang pertunjukan bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama pengelola TMII untuk menghidupkan kembali ikon nasional tersebut di berbagai lintas generasi.
Keong Emas merupakan salah satu ikon TMII yang sudah hadir sejak 20 April 1984. Tempat ini dijadikan sarana rekreasi dan edukasi dengan memperkenalkan kekayaan alam serta budaya Indonesia melalui teknologi proyektor IMAX.
Dengan kapasitas sekitar 790 kursi, terdiri atas 750 kursi reguler dan 40 kursi VIP, setiap acara yang dihelat Keong Emas dapat menjangkau audiens dalam skala besar. Tak heran, tempat ini dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara luas oleh berbagai komunitas kreatif.
Melihat potensi tersebut, Kementerian Ekraf menyambut baik kolaborasi bersama TMII untuk menjadikan Keong Mas bagi ekosistem kreatif di Indonesia. Wakil Menteri (Wamen) Ekraf Irene Umar berharap kolaborasi ini dapat melibatkan berbagai subsektor mulai dari film, animasi, hingga seni pertunjukan melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas.
“Kami melihat Keong Emas bisa menjadi salah satu tempat pertunjukan teater musikal atau masuk dalam roadmap aktivasi subsektor film, serta lokakarya komunitas yang mengoptimalkan venue bagi mereka yang butuh ruang pertunjukan. Tinggal bagaimana membuat setiap program terkurasi dan berkesinambungan sehingga ekosistem kreatif tumbuh bersama,” jelas Irene dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Salah satu sorotannya adalah aktivasi video mapping yang melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus untuk menampilkan karya kreatif secara berkala di kawasan TMII. Dengan demikian, Keong Emas tidak hanya menjadi ruang pemutaran film, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk showcase karya, festival, pertunjukan, workshop, serta berbagai program kreatif lainnya.
“Kami ingin Keong Emas tidak hanya menjadi tempat untuk satu jenis kegiatan, tetapi menjadi ruang yang memberikan panggung kepada komunitas, mahasiswa, dan sineas. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, karya-karya kreatif bisa mendapatkan ruang untuk bertemu dengan publik. Inisiatif ini diharapkan mampu mengembalikan Keong Emas sebagai ruang kreatif yang tetap relevan lintas generasi,” ujarnya lagi.
Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf Doni Setiawan mengusulkan agar Keong Emas mendapat dukungan fasilitasi melalui mitra strategis Kementerian Ekraf seperti Jakarta Film Commission. Dalam konteks ini, TMII dapat berperan sebagai penghubung, sejalan dengan inisiatif menuju Jakarta Kota Sinema 2027.
“Jakarta saat ini sudah memiliki Jakarta Film Commission yang juga sedang mendorong tersedianya berbagai lokasi untuk kegiatan perfilman. Keong Emas nantinya bisa dihubungkan dan dikembangkan sebagai salah satu destinasi atau lokasi untuk pembuatan film yang dapat masuk dalam kalender perfilman di Indonesia, terutama untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial,” ucap Doni.
Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, berharap melalui kolaborasi ini Keong Mas dapat menjadi kreatif hub untuk berbagai sektor ekraf. Tak hanya event musikal, tetapi juga film dan subsektor lainnya terkait ekraf bisa mendapatkan eksposur lebih luas ke depannya.
“Keong Emas itu very iconic yang menjadi bagian paling dikenal dari Taman Mini Indonesia Indah. Kami melihat harus menghidupkan kembali bagaimana ikon Indonesia dalam bentuk wujud nyata yang tidak hanya dikenal tingkat nasional, tapi bisa semakin terlihat secara internasional.




