Jakarta, Venuemagz.com – Dyandra Promosindo tengah menyiapkan pagelaran 25/7 yang akan diselenggarakan pada 4 hingga 6 Desember 2026 di Taman Kota Peruri, Blok M, Jakarta Selatan. 25/7 hadir sebagai ruang pertemuan berbagai minat dan bentuk ekspresi dalam satu pengalaman.
25/7 akan mempertemukan berbagai elemen yang dekat dengan gaya hidup dan keseharian masyarakat yang menjadi audiens utama acara. Mulai dari fesyen, food and beverage, gaya hidup, hingga musik, semuanya hadir dalam satu ruang yang mempertemukan berbagai karya, komunitas, dan pengalaman. (baca artikel lainnya di: https://venuemagz.com/event/nongkrong-satu-jam-lebih-lama-di-ruang-kreatif-25-7/)
Dari segi musik, pihak penyelenggara telah mengumumkan akan menghadirkan The Adams dan Littlefingers saat acara berlangsung. The Adams dihadirkan untuk membawa warna indie dan alternative rock dengan sentuhan pop yang enerjik.
Lalu, Littlefingers hadir dengan pendekatan electronic jazz yang lebih eksperimental. Kehadiran keduanya menjadi gambaran awal dari keberagaman karakter musik yang mewarnai 25/7, sekaligus memperkuat pengalaman yang akan dihadirkan bagi para pengunjung.
Rangkaian Kegiatan Pre-Event
Sebelum acara puncak, Dyandra Promosindo akan menghadirkan serangkaian kegiatan yang dapat dinikmati oleh para audiens. Rangkaiannya dimulai dengan 25/7 Prelude yang menghadirkan sesi diskusi buku dan live performance oleh band Sore.
Mengusung tema “Dari Halaman ke Nada: Buku dalam Musik Sore”, acara ini telah sukses digelar pada tanggal 8 Oktober 2026 di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta. Melalui acara ini, audiens akan menjadi bagian dari perjalanan menuju 25/7 yang menghadirkan beragam bentuk ekspresi kreatif dan gaya hidup.
25/7 Prelude memadukan literasi dan musik yang menjadi ruang bagi audiens untuk mengenal Sore dari sisi yang lebih personal melalui buku-buku yang memiliki makna penting bagi tiap personel. Terdapat enam buku yang memiliki arti penting bagi personel Sore seperti Kartun Riwayat Peradaban karya Larry Gonick, One Flew Over the Cuckoo’s Nest karya Ken Kesey, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Quran Mapping karya Nur Fajri Romadhon, Finding Audrey karya Sophie Kinsella, dan The Beatles Way karya Larry Lange.
Tidak hanya membahas kegemaran membaca, audiens juga diajak untuk menggali lebih jauh bacaan apa saja yang membentuk perspektif para personel Sore. Buku-buku tersebut juga turut memengaruhi proses berkarya dari band Sore.
“Kami memilih tema ini karena buku dan musik sama-sama punya kemampuan untuk membangun imajinasi dan membawa orang untuk melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Dari acara ini, kami harap teman-teman bisa melihat bahwa pengalaman menikmati musik juga bisa dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk dari apa yang kita baca dan temukan sehari-hari,” ujar Rafi Elmanda, Project Manager 25/7.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai acara 25/7, masyarakat dapat melihatnya melalui kanal sosial media instagram @twentyfiveseven.id




