Tangerang, Venuemagz.com – Bagi sebagian karyawan, mendengar kata outing mungkin langsung terbayang perjalanan bersama rekan kerja, menginap di hotel, makan bersama, atau menikmati suasana baru di luar kantor.
Namun, bagi perusahaan, merancang kegiatan semacam itu kini menjadi urusan yang lebih kompleks.
Ada tujuan yang harus dicapai, anggaran yang perlu diperhitungkan, hingga pengalaman yang diharapkan bisa dibawa pulang oleh peserta. Karena itu, pilihan destinasi dan bentuk kegiatan pun tidak lagi berhenti pada pertanyaan soal tempat yang menarik.
Gambaran mengenai perubahan tersebut terlihat dalam Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2), Tangerang, Banten, 8-11 Oktober 2026.
Memasuki edisi kedua, pameran yang diselenggarakan Panorama Media ini mempertemukan perusahaan dengan berbagai penyedia kebutuhan perjalanan dan kegiatan korporat. Mulai dari hotel, resor, venue, destinasi wisata, taman rekreasi, travel agent, hingga penyedia program team building dan experiential learning.
Berkeliling di area pameran, pilihan yang muncul pun cukup beragam. Ada penyedia perjalanan dan destinasi, ada pula pemain hospitality serta perusahaan yang menawarkan aktivitas untuk membangun pengalaman bersama dalam sebuah tim.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Group Raminten dari Yogyakarta. Kehadirannya menjadi contoh bahwa pilihan untuk kegiatan perusahaan bisa datang dari pengalaman destinasi dan hospitality yang memiliki karakter lokal, bukan hanya paket perjalanan korporat yang seragam.
Detail mengenai penawaran Group Raminten sendiri menjadi salah satu cerita tersendiri dari pameran ini.
Dari mencari destinasi menjadi mencari pengalaman
Perubahan cara pandang terhadap outing menjadi salah satu hal yang terasa dalam IOITE 2026.
Program perjalanan perusahaan kini semakin diarahkan agar memiliki tujuan yang lebih spesifik. Ada perusahaan yang membutuhkan kegiatan untuk memperkuat kerja sama tim, ada pula yang menjadikannya sebagai bentuk apresiasi bagi karyawan.
Karena itu, konsep experiential learning ikut mendapat tempat. Gigih Gesang, Ketua Umum DPP Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI), mengatakan perusahaan saat ini semakin memerhatikan dampak dari kegiatan yang mereka biayai.
Menurut dia, kegiatan outing tidak harus berhenti pada aktivitas rekreasi. Program dapat dirancang agar peserta mendapatkan pengalaman yang berkaitan dengan kerja sama tim, kepemimpinan maupun budaya kerja.
Perubahan tersebut juga membuat proses memilih penyedia jasa menjadi semakin penting.
Di IOITE, salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Business Matching. Program ini mempertemukan exhibitor dengan calon pengguna jasa dari kalangan perusahaan.
Bagi tim HR, procurement maupun pengelola kegiatan korporat, model seperti ini memungkinkan mereka membicarakan kebutuhan secara langsung, termasuk konsep acara, pilihan destinasi dan anggaran.
“Sekarang perusahaan tidak lagi sekadar mencari vendor, tetapi mencari mitra yang benar-benar memahami kebutuhan dan anggaran mereka,” ujar Andita Tirtawisata, Director of Panorama Media.
Ia berharap pertemuan yang berlangsung selama pameran tidak berhenti sebagai percakapan, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama untuk program perusahaan.
Korea Selatan hingga destinasi lokal
Pilihan perjalanan yang ditawarkan juga tidak hanya berada di dalam negeri. Salah satu exhibitor yang hadir adalah Korea Tourism Organization (KTO). Destinasi Korea Selatan diperkenalkan sebagai salah satu pilihan untuk kebutuhan incentive travel perusahaan.
Bagi perusahaan yang ingin membawa karyawannya bepergian ke luar negeri, kehadiran exhibitor seperti ini membuat proses pencarian informasi menjadi lebih sederhana. Pilihan destinasi, aktivitas hingga layanan perjalanan dapat dibicarakan langsung dengan penyedia.
Selain KTO, terdapat pula exhibitor internasional seperti Namsan Tourism dan Hobiholidays.
Di sisi lain, pilihan dalam negeri tetap menjadi bagian penting. Hotel, resor, destinasi wisata, dan penyedia aktivitas lokal menawarkan berbagai kemungkinan untuk perusahaan yang ingin membuat kegiatan lebih dekat, tetapi tetap memiliki pengalaman yang berbeda dari rutinitas kantor.
Dengan banyaknya pilihan tersebut, satu hal menjadi semakin jelas: perjalanan perusahaan kini tidak hanya bicara mengenai ke mana karyawan pergi, tetapi juga apa yang mereka lakukan selama berada di sana.
Ketika perjalanan ikut menggerakkan industri
Outing dan incentive travel memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kegiatan internal sebuah perusahaan.
Irvan Mahidin Sukamto, Ketua Umum DPP Industri Event Indonesia (IVENDO), melihat kegiatan seperti gathering, outing dan incentive trip ikut menggerakkan banyak sektor.
Ketika sebuah perusahaan mengadakan perjalanan, kebutuhan yang muncul bisa melibatkan hotel, venue, transportasi, katering hingga pelaku industri kreatif.
Satu kegiatan perusahaan dengan demikian dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata dan industri MICE yang lebih panjang.
Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika industri MICE Indonesia tengah didorong untuk memperkuat posisinya di kawasan ASEAN.
Data yang disampaikan dalam penyelenggaraan IOITE menunjukkan sektor akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh 13,14 persen, sementara perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 mencapai sekitar 106 juta perjalanan.
Angka tersebut memberikan gambaran besarnya pergerakan wisata di dalam negeri, termasuk potensi perjalanan yang berasal dari kebutuhan korporasi.
Satu tiket, tiga pameran
Ada alasan lain yang membuat kunjungan ke NICE PIK 2 pada akhir pekan ini cukup menarik.
IOITE 2026 digelar bersamaan dengan FLEI Business Show dan Café & Brasserie Expo (CBE). Dengan satu tiket, pengunjung dapat mengakses ketiga pameran tersebut.
FLEI membawa tema waralaba, lisensi dan peluang usaha, sementara CBE menyasar industri kafe, restoran dan F&B. Akses ke kedua pameran tersebut mulai dibuka pada 9 Oktober 2026.
Bagi pengunjung umum, keberadaan beberapa pameran dalam satu lokasi membuat kunjungan ke NICE PIK 2 tidak hanya berkaitan dengan urusan bisnis perusahaan.
Ada kesempatan untuk mencari inspirasi perjalanan, melihat peluang usaha, atau sekadar menikmati berbagai produk dan aktivitas yang ditawarkan exhibitor.
Sementara bagi perusahaan, IOITE menawarkan kesempatan untuk melihat kembali cara mereka merancang pengalaman bagi karyawan.
Sebab, ketika perjalanan kantor semakin dipandang sebagai bagian dari pengalaman kerja, memilih destinasi mungkin baru menjadi langkah pertama. Yang tidak kalah penting adalah memastikan perjalanan tersebut meninggalkan pengalaman yang memang layak diingat.




