Perdana, Indonesia Menjadi Tuan Rumah Pameran World of Coffee di 2025

Tuesday, 07 May 24 Bonita Ningsih

Indonesia terpilih sebagai tuan rumah pameran perdagangan World of Coffee pada tanggal 15 hingga 17 Mei 2025 di Jakarta Convention Center (JCC). Hal ini terjadi setelah adanya penandatanganan kesepakatan tuan rumah oleh CEO Specialty Coffee Association (SCA) Yannis Apostolopoulos, CEO Exporum Inc. Danny Shin, serta Ketua Umum Asosiasi Spesial Kopi Indonesia (AKSI SCAI) Daryanto Witarsa saat di Busan, Korea Selatan. 

Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah karena melihat adanya keberagaman dan inovasi industri kopi di negara ini. Indonesia juga dianggap sebagai salah satu pasar konsumen terbesar di Asia sekaligus produsen kopi terkemuka sehingga terpilih sebagai tuan rumah. Dengan demikian, ajang ini dijadikan Indonesia untuk membangkitkan perekonomian khususnya pada industri ini. 

“Sebuah kehormatan bagi kami untuk membawa Indonesia khususnya Jakarta sebagai tuan rumah dari World of Coffee di tahun 2025. Ini juga sebagai sebuah kebanggaan sebagai negara produsen kopi ke-4 terbesar di dunia, membawa Indonesia sebagai tuan rumah acara,” ujar Ketua Umum AKSI SCAI, Daryanto Witarsa.

BACA JUGA:   Menutup Akhir Tahun, Halal Fair Series Hadir dengan Skala Lebih Besar

Kebanggan Daryanto juga semakin meningkat lantaran Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih sebagai tuan rumah acara World of Coffee. Dengan demikian, ia optimistis penyelenggaraan World of Coffee mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian negara.

“Hal ini selaras dengan keinginan kita semua yang ingin membawa kopi Indonesia menuju pentas dunia,” Daryanto menambahkan. 

World of Coffee Jakarta 2025 menyoroti kekayaan alam Indonesia dan tentunya keunggulan kopi Indonesia. Daerah penghasil kopi terkemuka di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, dan Sulawesi akan menawarkan kumpulan rasa dari kekayaan tradisinya sehingga menjadi salah satu komoditas yang penting bagi perekonomian Indonesia. 

Dalam hal ini, Kementerian BUMN hadir untuk mendukung acara ini sebagai bentuk komitmen membangun dan mengembangkan ekosistem kopi nasional. Loto Srinaita Ginting, Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, mengatakan bahwa acara ini membuka peluang bagi petani kopi Indonesia untuk bertemu buyers dari berbagai negara. 

BACA JUGA:   Mindset Positif di Tengah Pandemi

“Ini kesempatan langka buat Indonesia. Para petani kopi bisa ikutan show-off langsung ke importir kopi dari seluruh dunia. Saya berharap ekspor kopi Indonesia bisa lebih banyak dan petani semakin sejahtera,” ungkap Loto.

Tidak mudah bagi Indonesia untuk mengambil posisi tuan rumah World of Coffee karena harus melalui proses seleksi yang ketat. Proses seleksi dilakukan sejak tahun lalu dan Indonesia harus bersaing dengan berbagai negara dunia. 

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah juga memberikan pengalaman baru pada penyelenggaraan World of Coffee. Pasalnya, Indonesia merupakan negara produsen kopi pertama yang menjadi tuan rumah acara karena biasanya World of Coffee dilaksanakan di negara konsumen.

“Selama ini, event World of Coffee selalu diselenggarakan di negara konsumen. Kali ini kita ajukan di Indonesia sebagai negara produsen. Kita dorong agar para konsumen bisa melihat origin dari setiap beans yang mereka minum. Jadi tema event kita tahun depan adalah Back to the Origin,” ucap Dwi Sutoro, Direktur Pemasaran PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group selaku Ketua PMO Kopi Nusantara Kementerian BUMN.

BACA JUGA:   Kompetisi Barista Perkenalkan Susu Kedelai untuk Kopi

Untuk semakin menyukseskan acara pertamanya di Indonesia, Dyandra Promosindo hadir sebagai partner penyelenggara bersama SCAI. Michael Bayu Sumarijanto, Direktur Dyandra Promosindo, mengaku antusias atas kerja sama yang dijalin bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan World of Coffee di Jakarta, Indonesia. 

“Acara ini akan menjadi platform yang luar biasa bagi industri kopi Indonesia untuk memamerkan keberagaman dan kualitas kopi kita kepada dunia,” tutup Bayu.