Industri kendaraan listrik tengah mengalami pertumbuhan yang pesat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menunjukkan bahwa ada kenaikan lebih dari dua kali lipat untuk penjualan mobil listrik sejak Januari hingga Juli 2024 jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia tak lepas dari peran pemerintah, yang mengeluarkan berbagai kebijakan mulai dari Peraturan Presiden hingga insentif fiskal. Kondisi ini untuk mewujudkan salah satu fokus utama pemerintah dalam mewujudkan transportasi yang inklusif dan berkelanjutan guna mencapai Net Zero Emission di tahun 2060.
Tak hanya pemerintah, menumbuhkan industri kendaraan listrik juga menjadi komitmen bersama oleh banyak pihak. Seperti yang dilakukan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo dalam menghadirkan pameran PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS).
PEVS akan kembali hadir untuk keempat kalinya pada tanggal 29 April hingga 4 Mei 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. PEVS 2025 juga kembali bersinergi dengan Asiabike Jakarta (ABJ) yang juga akan menyajikan inovasi terbaru dalam ekosistem kendaraan listrik serta industri pendukung lainnya.
“Tahun depan menjadi kedua kalinya PEVS bergabung dengan Asiabike. Kami optimistis dengan kolaborasi ini, minat masyarakat semakin tinggi terhadap kendaraan listrik karena kami akan menghadirkan berbagai pilihan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo saat launching PEVS in Collaboration with Asiabike Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, mengatakan bahwa pameran ini menunjukkan pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun. Menurutnya, PEVS, mampu menyampaikan nilai-nilai baru terkait kendaraan listrik terhadap masyarakat yang masih awam dengan industri ini.
Oleh sebabnya, PEVS, dinilai memiliki tiga peran utama di dalamnya mulai dari sosialisasi edukasi, ajang promosi, dan juga bertransaksi. Ketiganya menjadi sebuah satu kesatuan yang dapat menciptakan sebuah pemahaman terhadap masyarakat terhadap manfaat kendaraan listrik.
Peran PEVS dari segi sosialisasi diharapkan dapat memberikan pemahaman secara masif bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya dari akademik. Dengan sosialisasi tersebut, masyarakat akan semakin mengenal manfaat dari penggunaan kendaraan listrik sehingga target pemerintah untuk mencapai nol emisi dapat dipercepat.
“Masyarakat juga bisa dapat berkontribusi dalam menurunkan subsidi BBM kalau menggunakan kendaraan listrik. Jadinya, dana subsidi tersebut dapat digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan sektor penting lainnya,” ungkap Moeldoko.
Lalu, peran promosi juga dihadirkan dalam pameran ini dengan mengedepankan nilai-nilai yang baru atau pembaruan industri EV. Melalui pameran ini, pelaku industri dari Indonesia maupun negara lainnya yang tergabung dalam Asiabike dapat mempromosikan produk-produknya kepada khalayak luas.
Terakhir, PEVS, berperan sebagai wadah untuk bertransaksi mulai dari Business to Business (B2B), Business to Consumer (B2C), dan Business to Government (B2G). Dengan peran-perannya tersebut, diharapkan PEVS, dapat menjadi platform yang komprehensif untuk mendorong pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
“Mungkin tahun depan kita bisa menjalankan B2B lebih baik lagi dari sebelumnya. Kita berikan sesuatu yang lebih inovasi agar banyak orang datang ke acara ini dan melakukan transaksi,” tutup Moeldoko.





