International Franchise, License And Business Concept Expo And Conference (IFRA) telah resmi dibuka pada hari ini, 25 April 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Pameran waralaba dan lisensi garapan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo ini akan digelar selama tiga hari ke depan hingga tanggal 27 April 2025.
Memasuki tahun ke-23 penyelenggaraannya, IFRA hadir dengan jangkauan yang lebih luas yaitu berkolaborasi dengan Indonesia Culinary Expo (ICE) untuk pertama kalinya. Dengan kolaborasi ini menjadikan IFRA Business Expo x ICE 2025 sebagai wadah terbaik untuk mendapatkan informasi terkait sektor waralaba dan juga kuliner Indonesia.
Pembukaan IFRA X ICE 2025 dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Budi Santoso yang didampingi dengan pejabat lainnya dari Kementerian Perdagangan. Dalam pembukaannya, Mendag, mengapresiasi pameran ini untuk memperkuat perekonomian nasional di tengah polemik yang terjadi di dunia.
“Dalam upaya memperkuat pondasi ekonomi nasional, jumlah wirausaha suatu negara memegang peran penting di dalamnya. Waralaba juga menjadi salah satu penunjang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Oleh karenanya, kami sangat mengapresiasi pameran ini,” ujar Budi dalam pembukaan IFRA Business Expo X ICE pada 25 April 2025 di ICE BSD, Tangerang.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, memastikan acara ini dapat terus berjalan ke depannya agar dapat membantu pelaku bisnis lokal memperluas usahanya. Tidak hanya memperluas pasar dalam negeri, tetapi, para pelaku lokal dapat mengembangkan sayapnya hingga mancanegara.
“Acara ini menjadi bentuk komitmen AFI dan Dyandra dalam mendukung pertumbuhan bisnis industri waralaba dan lisensi Indonesia. IFRA X ICE akan menjadi wadah strategis bagi seluruh pelaku usaha untuk membangun dan memperluas bisnis mereka,” jelas Daswar.
Ketua Umum AFI, Anang Sukandar, berharap kolaborasi IFRA dan juga ICE dapat terus berjalan dengan baik mengingat keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Menurutnya, 55 persen jenis waralaba yang ada di Indonesia berkaitan erat dengan industri food and beverage.
“Makanan khas Indonesia itu banyak sekali dari Sabang sampai Merauke, sehingga industri FnB memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Hal tersebut yang kemudian kita elaborasikan ke dalam satu pameran ini,” ucap Anang.
Melihat peluang tersebut, IFRA X ICE 2025 berhasil mendatangkan lebih dari 240 peserta dari industri waralaba hingga kuliner. Peserta berasal dari 350 merek dengan 29 industri bisnis yang beragam.
Dengan tema “From Essential Ingredients to Extraordinary Opportunities”, para peserta yang berpartisipasi berasal dari 350 merek dengan 29 industri bisnis yang beragam.

Tak sekadar pameran, IFRA X ICE 2025 juga menghadirkan 26 program edukatif dan inspiratif seputar waralaba dan peluang bisnis lainnya. Berbagai talkshow akan dihadirkan selama pameran berlangsung untuk memberikan informasi mendalam terkait industri waralaba hingga kuliner Indonesia.
“Melalui banyaknya program tersebut, kami targetkan dapat mendatangkan 25.000 pengunjung dan Rp1,5 triliun transaksi,” ungkap Daswar.
Bagi masyarakat yang tertarik berkunjung ke IFRA X ICE 2025 dapat membeli tiket seharga Rp60.000 per orang secara online maupun offline. Pembelian online dapat melalui situs ifra-indonesia.com dan offline saat pameran berlangsung.
Pameran ini juga diadakan secara virtual pada tanggal 25 April hingga 31 Agustus melalui platform resmi IFRA. Informasi lebih lanjut terkait IFRA Business Expo x ICE 2025 juga dapat dilihat melalui situs resmi dan Instagram @ifra_expo.





