Setelah 19 hari meriahkan Ibu Kota, Jakarta Lebaran Fair 2025 resmi ditutup pada Minggu (6/4) di JIEXPO Kemayoran. Pameran multiproduk yang menjadi etalase aktivitas belanja pasca-Lebaran ini berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp300 miliar, dengan capaian pengunjung mencapai 80 persen dari target awal.
Penutupan dilakukan langsung oleh Marketing Director JIEXPO Ralph Scheunemann. Ia mengapresiasi antusiasme publik meski cuaca kerap tak bersahabat.
“Kami bersyukur gelaran tahun ini berjalan aman dan lancar. Antusias masyarakat tetap tinggi meski hujan sempat beberapa kali mengguyur,” ungkap Ralph.
Lebih dari 60 persen peserta Jakarta Lebaran Fair tahun ini berasal dari sektor UMKM, baik swasta maupun pemerintah. Hal ini bukan hanya menggerakkan roda ekonomi, tapi juga membuka banyak lapangan kerja baru di tengah tantangan ekonomi nasional.
“Terima kasih kepada seluruh peserta, terutama UMKM, yang ikut menghidupkan suasana dan mendorong pertumbuhan transaksi,” tambah Ralph.
Menyongsong Jakarta Fair Kemayoran 2025
Tak butuh waktu lama untuk beristirahat, JIEXPO kini bersiap menggelar Jakarta Fair Kemayoran 2025, ajang pameran terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara yang akan berlangsung pada 12 Juni-13 Juli 2025.
Sebagai rangkaian perayaan ulang tahun DKI Jakarta, event ini akan menghadirkan lebih dari sekadar pameran dagang. Jakarta Fair dikenal sebagai pesta rakyat: dari parade karnaval, wahana keluarga, kontes Miss Jakarta Fair, hingga pesta kembang api yang telah menjadi tradisi tahunan.
Yang paling ditunggu? Konser musik Jakarta Fair yang akan hadir nonstop selama 32 hari, menyuguhkan panggung lintas genre—dari rock, jazz, hingga dangdut koplo dan reggae. Semuanya akan dihadirkan untuk merangkul semua lapisan masyarakat.
Dengan transaksi besar, partisipasi UMKM yang kuat, dan antusias publik yang terus tumbuh, Jakarta Fair tak lagi sekadar event tahunan. Ia telah menjadi denyut nadi ekonomi dan hiburan ibu kota.





