Unit bisnis penginapan CapitaLand Investment Limited (CLI), The Ascott Limited (Ascott), semakin memperluas jangkauan geografisnya di Indonesia. Di awal tahun, Ascott telah mengumumkan akan berencana membuka properti barunya di tujuh kota Indonesia.
Charles Lee Abbott, Regional General Manager Ascott untuk Indonesia, Thailand, Malaysia dan Filipina, menjelaskan bahwa tujuh daerah yang dimaksud adalah Lubuk Linggau, Banjarnegara, Tanjung Pandan, Cilacap, Batu, Bogor, dan Palembang. Ascott akan menghadirkan produk penginapan mulai dari hotel ekonomi, hotel kelas atas, dan serviced residence.
Nantinya, properti baru Ascott akan memenuhi berbagai permintaan para tamu mulai dari korporat hingga yang berlibur. Ascott juga akan memenuhi permintaan wisatawan tunggal, wisatawan yang paham teknologi, hingga yang sadar akan nilai.
“Dengan dicabutnya status PPKM di Indonesia oleh pemerintah, kami optimistis industri perhotelan akan kembali bangkit,” katanya.
Ascott telah menjadi salah satu pemilik dan operator serviced apartment dan hotel internasional di Indonesia. Dengan demikian, pembukaan properti-properti baru tersebut akan memperkuat posisi Ascott di pasar Indonesia hingga internasional.
Ada lebih dari 20 properti dengan sekitar 4.000 unit akan dijadwalkan dibuka pada tahun 2023. Properti-properti tersebut akan dioperasikan di bawah merek-merek penginapan Ascott, termasuk Ascott, Citadines, Somerset, Fox, Harris, dan Yello.
Dengan adanya kontrak manajemen baru untuk hotel-hotel di Malaysia dan Thailand di bawah merek HARRIS dan Preference, Ascott’s Hotels juga memasuki pasar internasional. Dalam waktu dekat, Ascott akan membawa dua properti tersebut ke luar negeri yaitu HARRIS Sunshine Penang di Malaysia pada Q4 2023 dan Poh Chaopraya di Bangkok, Thailand di Q1 2024.




