Jakarta, Venuemagz.com – Jakarta Selatan dikenal sebagai salah satu koridor bisnis paling kompetitif di ibu kota. Kawasan Antasari dan TB Simatupang menjadi rumah bagi perusahaan minyak dan gas, perbankan, hingga korporasi multinasional.
Di tengah kepadatan properti akomodasi di area ini, Citadines Antasari Jakarta hadir dengan pendekatan yang berbeda: service residence berkonsep hybrid yang serius menggarap pasar MICE di Jakarta Selatan.
Dibuka secara soft opening pada 29 Agustus 2025, Citadines Antasari merupakan properti Citadines kelima di Indonesia dan menjadi yang paling unik dari sisi konsep. Hal ini disampaikan langsung oleh Ari Suciana, Residence Manager Citadines Antasari Jakarta.
“Kami menyatukan kenyamanan service residence dengan fasilitas hotel bisnis. Itu yang membuat Citadines Antasari berbeda,” ujar Ari.
Nonton full wawancara: Citadines Antasari Jakarta: Service Residence Hybrid dengan 5 Meeting Room & Family Staycation
Service Residence dengan Infrastruktur MICE
Berbeda dari service residence pada umumnya, Citadines Antasari dilengkapi lima ruang meeting dengan ukuran mulai dari 60 hingga 80 meter persegi. Dua ruang di antaranya dapat digabung menjadi satu ruang besar berkapasitas hingga 120 meter persegi, mampu menampung 30-50 peserta untuk format classroom dan lebih besar untuk theater style.
Seluruh ruang pertemuan telah dilengkapi layar dan TV 98 inci, sound system, koneksi Wi Fi, dan pre-function yang luas.
Area pre-function juga bisa difungsikan sebagai area sarapan, menciptakan alur sirkulasi yang efisien bagi peserta meeting. Akses langsung ke area ritel dan food hall Antasari Place menjadi nilai tambah.
Lokasi Strategis, Faktor Kunci di Industri MICE
Dalam industri MICE, lokasi menjadi faktor krusial. Citadines Antasari berada di kawasan Antasari Place, sebuah gedung mixed-use yang menggabungkan service residence, apartemen, dan lifestyle hub.
“Ini area koridor bisnis. Kantor-kantor besar ada di sekeliling kami. Itu sebabnya sejak awal kami melihat pasar bisnis sebagai market utama,” jelas Ari.
Data internal selama tiga setengah bulan operasional menunjukkan bahwa lebih dari 70% tamu Citadines Antasari merupakan business traveler, dengan mayoritas berasal dari segmen korporasi. Aktivitas meeting mendominasi hari kerja, sementara akhir pekan mulai diisi oleh segmen keluarga.
Fleksibilitas: Kunci Daya Saing Properti MICE Baru
Sebagai properti yang relatif baru, tantangan utama Citadines Antasari bukan hanya menarik tamu pertama, tetapi membangun loyalitas dan repeat business. Menurut Ari, kunci persaingan di Jakarta Selatan adalah kepercayaan pada brand dan kualitas tim sebagai ujung tombak layanan.
“Begitu tamu turun dari mobil sampai check-out, yang mereka temui adalah tim kami. Di situlah brand benar-benar hidup,” ujarnya.
Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan industri MICE modern yang menuntut respons cepat, fleksibilitas pengaturan ruang, dan keandalan teknologi.
Selain meeting korporasi, Citadines Antasari juga mulai mengembangkan event berbasis pengalaman. Area kolam renang infinity dan fasilitas barbeque telah digunakan untuk acara internal dan grand opening, serta disiapkan untuk potensi small wedding dan social gathering.
“Kalau demand-nya ada, why not? Semua area bisa menjadi venue,” kata Ari.
Dalam jangka pendek, fokus Citadines Antasari adalah meningkatkan visibility dan positioning di pasar Jakarta Selatan. Untuk jangka panjang, targetnya adalah mencapai okupansi stabil di atas rata-rata kawasan, yang saat ini berada di kisaran 60% secara tahunan.
Dengan kombinasi lokasi strategis, fasilitas meeting yang solid, serta konsep hybrid yang fleksibel, Citadines Antasari Jakarta memosisikan diri sebagai alternatif baru bagi penyelenggara MICE yang membutuhkan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan.




