BerandaHotelProyeksi Colliers Indonesia Terhadap Kinerja Hotel di Tahun 2026

Proyeksi Colliers Indonesia Terhadap Kinerja Hotel di Tahun 2026

Published on

spot_img
spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – Tahun 2025 menjadi momen yang menantang bagi para pelaku industri hotel di Indonesia. Adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah hingga tingginya tiket pesawat domestik menjadi faktor utama yang menyebabkan turunnya bisnis hotel di Indonesia. 

Berdasarkan data dari Colliers Indonesia, penurunan bisnis hotel paling terasa di daerah Jakarta dan Surabaya yang mengandalkan aktivitas pemerintah. Sementara itu, tingginya harga tiket pesawat domestik memengaruhi bisnis hotel di Bali dan daerah-daerah yang fokus terhadap leisure. 

“Jujur saja tahun 2025 bukan jadi tahun yang mudah bagi hotel karena ada penurunan aktivitas dari pemerintah khususnya pasar MICE. Hal ini selaras dengan adanya efisiensi anggaran pemerintah yang dilakukan selama tahun 2025,” kata Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia dalam acara Colliers Virtual Media Briefing Q4 2025 pada 7 Januari 2026.

Ferry mengatakan, pasar pemerintah masih menjadi penopang mengingat 50 persen bisnis hotel di Jakarta dan Surabaya berasal dari aktivitas mereka. Tak heran jika tingkat hunian (okupansi) hotel di Jakarta dan Surabaya tahun 2025 mengalami penurunan jika dibandingkan 2024 silam. 

BACA JUGA:  Sosialisasi AccorHotels Terhadap Bahaya Narkoba di SMKN 57

“Ada penurunan sekitar 5 hingga 10 persen terutama pada bulan-bulan awal di tahun 2025. Sebenarnya pasar korporasi dari grup swasta dan FIT (Free Independent Traveler) mulai membaik, tetapi belum sepenuhnya menutup celah yang ditinggalkan sektor pemerintah,” jelasnya lagi.

Berbanding terbalik dengan Jakarta dan Surabaya, okupansi hotel di Bali justru lebih tinggi dari dua daerah tersebut. Meskipun tiket pesawat domestik mengalami kenaikan, pariwisata Bali masih ditunjang dengan kehadiran wisatawan mancanegara (wisman) selama tahun 2025.

Berdasarkan laporan Angkasa Pura Bali dan Gubernur Bali I Wayan Koster, jumlah kunjungan wisman melalui jalur udara telah menembus lebih dari 7,05 juta kunjungan. Jumlah tersebut merupakan hasil proyeksi dari periode Januari hingga Desember 2025. (baca selengkapnya di: https://venuemagz.com/news/jumlah-kunjungan-wisman-ke-bali-tembus-tujuh-juta-selama-2025/

“Okupansi hotel di Bali lebih tinggi dari Jakarta dan Surabaya, begitu juga dengan harga sewa kamar yang ditawarkan,” Ferry menambahkan.

BACA JUGA:  Rayakan Natal dan Tahun Baru di Holiday Inn Express Jakarta International Expo 

Menurutnya, harga kamar atau Average Room Rate hotel di Bali terus mengalami kenaikan secara agresif sejak dua tahun belakangan ini. Hal tersebut dipengaruhi oleh pasar leisure, daya beli yang tinggi dari wisman, hingga periode menginap yang cukup panjang dari wisatawan.  

Proyeksi Tahun 2026

Setelah melihat kinerja hotel di tahun 2025, Colliers mulai memproyeksikan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan hotelier sepanjang 2026 mendatang. Pelaku perhotelan di Indonesia diminta untuk melakukan diversifikasi pasar sehingga tidak fokus di pemerintahan saja.

“Sejak 2025 memang sudah ada pergeseran, sekarang hotel lebih mengandalkan pasar non pemerintahan yang daya belinya lebih kuat. Hal ini juga harus tetap dilakukan pada tahun 2026 dan mendatang,” ungkap Ferry.

Meskipun pasar pemerintah direncanakan akan kembali normal di tahun 2026, pelaku hotelier diminta untuk siaga dalam menjalankan bisnisnya. Pasalnya, awal tahun merupakan momen low season untuk permintaan hotel di Indonesia.

BACA JUGA:  One-Stop Staycation untuk Keluarga Hadir di Oakwood Suites Kuningan Jakarta

“Kami perkirakan market masih fluktuatif khususnya di awal tahun, pasar pemerintah juga masih belum pasti ke depannya bagaimana sehingga diversifikasi menjadi kunci utama hotel,” ucapnya lagi.

Pelaku perhotelan diminta untuk mengubah strateginya di tahun 2026, selaras dengan pasar yang akan dikejar. Pasar korporasi serta FIT menjadi yang diunggulkan saat ini sehingga pelaku hotelier perlu berkolaborasi untuk menggarap banyak tamu dari non pemerintahan.

Untuk menghadirkan tamu dari non pemerintah, hotelier dituntut untuk meningkatkan kualitas pengalaman mulai dari personalisasi layanan, fasilitas, hingga menghadirkan konsep wellness. Pihak hotel juga harus memanfaatkan teknologi serta AI sebaik mungkin agar lebih mudah ditemukan dan dinilai para tamu.  

“Harus lebih banyak kolaborasi lagi untuk menggarap banyak event dari non pemerintahan. Hotel yang menyeimbangkan teknologi dengan sentuhan manusia juga akan lebih siap dan cepat tumbuhnya di tahun ini,” tutup Ferry.

spot_img
spot_img
spot_img

IHG Hotels & Resorts Akan Membuka Hotel Kimpton Pertama di Indonesia

Bali, Venuemagz.com -- IHG Hotels & Resorts memperkenalkan tampilan perdana Kimpton Suntaya Bali Ubud,...

Samara Lombok Hadirkan Rafa Nadal Tennis Center Pertama di Asia Tenggara

Lombok, Venuemagz.com -- Samara Lombok telah terpilih sebagai lokasi Rafa Nadal Tennis Center pertama...

HONNE Hadirkan Meet and Greet Eksklusif di Aloft by Marriott Kebon Jeruk

Jakarta, Venuemagz.com -- Di Aloft by Marriott, musik selalu menjadi bagian dari pengalaman menginap...

One-Stop Staycation untuk Keluarga Hadir di Oakwood Suites Kuningan Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Makna staycation kita mengalami sedikit pergeseran khususnya bagi masyarakat urban. Tak...

Citadines Antasari Jakarta Luncurkan Fasilitas MICE dan Pernikahan Terbaru

Jakarta, Venuemagz.com - Citadines Antasari Jakarta resmi menghadirkan Ballroom dan Sky Dome sebagai ruang...

Hotel Sultan Ditutup, Bagaimana Nasib Bisnis MICE di Jakarta? 

Jakarta, Venuemagz.com - Belum lama ini, kawasan Hotel Sultan Jakarta telah resmi dieksekusi dan...