“Karena kita ini ‘kan hotel ya, jadi berbeda dengan rumah sakit. Jadi, ada beberapa yang mungkin tidak diperlukan rumah sakit akan kita keluarkan,” dia menambahkan.
Menurutnya, secepatnya ia akan mengumumkan kapan hotel ini akan beralih menjadi rumah sakit rujukan pasien covid-19. Mempersiapkan fasilitas apa saja yang akan dibutuhkan dan memerhatikan kebersihan lingkungannya akan terus dijaga hingga nantinya hotel ini resmi dijadikan tempat rujukan.
“Hari ini tim Kagum akan koordinasi lagi dengan Pemprov Bandung, Pak Gubernur, untuk segera memulainya. Jangan sampai kita malah salah langkah dan terlambat melakukan ini semua. Kalau sudah oke, kita akan segera mengosongkan hotel dari para karyawan,” dia menjelaskan.
Kagum Group memiliki 21 hotel yang tersebar di wilayah Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Henry memilih Hotel Grand Serella sebagai tempat rujukan pasien covid-19 lantaran hotel ini dekat dengan dua rumah sakit rujukan pasien covid-19 yang ada di Bandung, yakni Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin Bandung dan RSTP Rotinsulu Bandung.
Selain itu, ia menilai bahwa Hotel Grand Serella sebagai hotel termewah yang dimiliki oleh Kagum Group. Dengan begitu, fasilitas yang ada di dalamnya akan terbaik sehingga layak untuk digunakan dalam menangani pasien covid-19.
“Langkah ini juga sebagai salah cara untuk memberi tahu masyarakat bahwa kami sangat menjunjung tinggi unsur kemanusiaan. Jadi, fasilitas yang kami berikan pun tidak main-main,” katanya.






