Liburan sekolah sering kali datang dengan pertanyaan klasik: mau ke mana? Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang tak pernah benar-benar tidur, ada satu alternatif yang kini makin dicari keluarga urban—staycation. Dan bukan sembarang bermalam, tapi pengalaman menginap yang menyenangkan, hemat, dan tetap penuh keseruan untuk anak-anak.
Berada di jantung kawasan Menteng, Tamarin Hotel Jakarta menangkap momentum ini dengan menghadirkan serangkaian pengalaman menginap bertema School Holiday yang dimulai sejak 20 Juni hingga 20 Juli 2025. Tanpa perlu berkendara jauh, keluarga bisa menemukan kembali momen kebersamaan di tengah kota yang selama ini hanya dilewati begitu saja.
Harga kamar? Masih ramah kantong. Mulai dari Rp630.000 per malam untuk Superior Room, atau naik sedikit ke Deluxe Room yang sudah termasuk mini bar, smart TV, dan snack complimentary. Tapi bukan itu yang jadi pembeda. Di sinilah liburan sekolah ditawarkan dalam format baru—liburan yang membuat orang tua tenang, dan anak-anak tetap riang.
Setiap tamu yang mengambil paket School Holiday akan mendapatkan sarapan untuk dua orang, akses gratis ke mini gym dan kolam renang, dan aktivitas anak seperti Kids Corner, Cooking Class, hingga Kids Cinema.
Masih belum cukup? Ada kejutan manis lainnya: 1 Longjohn Breadforia dan 2 milkshake gratis yang bisa dinikmati sambil bersantai sore di kamar.
Khusus antara 20-30 Juni 2025, suasana sarapan juga dibuat lebih meriah dengan hadirnya Betawi Food Festive. Perayaan ulang tahun Jakarta ini dikemas dalam bentuk kuliner khas seperti kerak telor dan soto betawi, menciptakan pengalaman bersantap yang membumi dan akrab bagi lidah keluarga Indonesia.
Tamarin Hotel Jakarta bukan hanya tentang tempat tidur yang nyaman. Ia menjelma sebagai ruang rihat yang hidup—dengan ritme kota, dengan kehangatan keluarga, dan dengan fasilitas yang tahu betul apa yang dibutuhkan tamu selama liburan sekolah.
Bagi yang ingin mengisi masa liburan dengan cara yang sederhana tapi berkesan, tanpa antre di bandara atau stres di jalan tol, hotel ini bisa jadi jawabannya. Karena pada akhirnya, liburan bukan soal seberapa jauh perjalanan dilakukan, tapi seberapa hangat momen bisa dikenang bersama.




