MesaStila Resort & Spa, Penginapan dengan Pemandangan 8 Gunung

Thursday, 11 July 19   15 Views   0 Comments   Bonita Ningsih
MesaStila Resort & Spa

Kabupaten Magelang menjadi salah satu destinasi menarik di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Keberadaan Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang menjadi salah satu daya tariknya.

Tempat untuk menginap pun mulai bermunculan di daerah sana, mulai dari hotel hingga resor. Salah satu penginapan yang cukup menjadi perhatian saat berada di Kabupaten Magelang ialah MesaStila Resort & Spa.

Penginapan ini terbilang unik karena menawarkan pemandangan indah dari delapan gunung yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Laila Purnamasari, Sales Manager MesaStila Resort & Spa, mengatakan, pemandangan tersebut menjadi daya jual yang tinggi di sana.

View gunung ini yang menjadi andalan karena kami diapit delapan gunung, makanya dari sisi mana pun, para tamu dapat melihat pemandangan gunung,” ujar Laila saat ditemui di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Laila menjelaskan, kedelapan gunung tersebut ialah Gunung Andong, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sindoro, Sumbing, Ungaran, dan Prau. Gunung yang terdekat dengan penginapan ialah Gunung Andong, sedangkan yang terjauh adalah Gunung Prau.

“Kalau cuacanya cerah dan mendukung, Gunung Prau baru terlihat dari sini karena memang letaknya paling jauh,” Laila menjelaskan.

Keberadaan gunung-gunung tersebut membuat udara di MesaStila Resort & Spa terasa sejuk dan dingin. Apalagi pada malam hari, para wisatawan dianjurkan untuk menggunakan jaket atau pelindung badan lainnya agar tidak kedinginan.

“Ketinggian kami itu 600 mdpl, makanya suhunya dingin sekali,” ujar Laila.

Keunggulan lainnya dari MesaStila Resort & Spa ialah memiliki perkebunan kopi di dekat penginapan. Dengan total lahan 22 hektare, MesaStila Resort & Spa hadir sebagai satu-satunya penginapan yang memiliki perkebunan kopi aktif di Indonesia

MesaStila Resort & Spa
Coffee Plantation Tour

“11 hektare digunakan untuk membangun resor, dan 11 hektare lagi untuk perkebunan kopi,” imbuh Laila.

MesaStila Resort & Spa hadir sebagai penginapan berbentuk vila. Laila mengungkapkan, ada 23 vila yang berada di sana dengan lima jenis tipe yang berbeda.Fasilitas yang ditawarkan pun cukup lengkap. MesaStila Resort & Spa memiliki kolam renang, restoran, taman, tempat bersantai, olahraga yoga, Coffee Plantation, hingga ruang meeting. Laila mengatakan, fasilitas yang didapat apabila menyewa ruang meeting sama seperti pada umumnya, tetapi pihaknya tidak menyediakan proyektor.

“Untuk ruang meeting bisa untuk 80 hingga 150 orang, tergantung layout yang dipilih,” ungkapnya.

Sementara itu, fasilitas yang paling spesial di MesaStila ialah kehadiran tempat spa yang dinamakan Hammam Spa, yang merupakan spa tradisional khas Turki.

“Ini menjadi satu-satunya spa Turki yang ada di Indonesia. Kita juga mengombinasikan spa Turki dengan Javanese spa,” ujar Laila.

Harga yang ditawarkan untuk fasilitas spa di MesaStila mulai dari Rp700.000++ untuk massage saja hingga Rp1.900.000 ++ untuk paket lengkapnya.

“Paket lengkapnya sudah full semuanya, mulai dari dimandiin, keramas, hingga scrub,” ucapnya lagi.

Sementara itu, untuk biaya menginap di MesaStila dikenakan biaya mulai dari Rp3.500.000++ untuk dua orang hingga Rp19.500.000++ untuk 10 orang. Jika ada penambahan tamu, maka setiap orangnya akan dikenakan biaya Rp605.000 nett.

“Spesialnya kami itu setiap menyewa vila jenis apa pun, pasti sudah dapat breakfast,” katanya lagi.

Diresmikan sejak 2004 silam, MesaStila Resort & Spa sudah memiliki tingkat okupansi 35 persen selama tahun 2018. Untuk tahun 2019, pihaknya masih menargetkan 35 persen di tingkat okupansinya.

“Termasuk lumayan ya angka segitu karena ini ‘kan bisnis resor, bukan bisnis hotel. Okupansi kita paling tinggi di bulan Juli hingga September,” ungkapnya.

Wisatawan yang datang ke penginapan tersebut berasal dari wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara, dengan persentase 50 banding 50.

“Kalau dulu memang kebanyakan dari luar, yaitu dari Eropa. Tetapi, sekarang sudah mulai naik dengan wisatawan domestik. Kebanyakan yang datang itu pasangan untuk bulan madu,” Laila menjelaskan.