Jakarta, Venuemagz.com – ARTOTEL Group secara berkala mengundang seniman-seniman Indonesia untuk menggelar pameran seni. Kali ini, ARTOTEL Group mengajak seniman Ratih Alsaira untuk memamerkan 10 karyanya di ARTOTEL Mangkuluhur Suites Jakarta.
Ratih menjelaskan bahwa karya seninya masih memiliki kaitan dengan jahit-menjahit atau seperti kegiatan membatik dengan bahan-bahan alami. Jadi, karya lukisan yang diangkatnya kali ini tidak jauh dari sandang.
“Seperti lukisan yang hijau itu saya namai Beauty In The Fields. Mereka itu masih bisa kelihatan cantik biarpun hanya sebagai seorang petani, atau yang memiliki profesi di lapangan, karena justru dari pakaian mereka itu bukan sekadar pakaian tapi itu fashion juga,” ucap Ratih.
Pendekatan teknis dalam proses kreatifnya tidak terbatas pada penggunaan cat minyak di atas kanvas semata. Ia memperkaya eksplorasi visualnya dengan menghadirkan material non-konvensional, seperti potongan kulit tambal sulam dan benang rajut yang diolah menjadi bagian dari komposisi karyanya.
Pameran ini merupakan hasil dari proses persiapan yang matang dan penuh dedikasi selama kurang lebih satu tahun, mulai dari pengembangan konsep, eksplorasi karya, hingga kurasi dan penataan ruang.
Seluruh rangkaian persiapan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari manajemen hotel yang tidak hanya memfasilitasi kebutuhan teknis dan ruang pameran, tetapi juga memberikan apresiasi nyata terhadap karya kreatif ini sebagai bagian dari komitmen mereka dalam mendukung perkembangan seni dan budaya.
Windi Salomo, Art Director ARTOTEL Group, mengungkapkan, “Persepsi ARTSPACE di ARTOTEL pun berbeda-beda, jadi di Mangkuluhur ini saya menyeleksi karya-karya yang memang secara visual itu lebih mature karena ini bintang lima.”
Setiap karya seni yang dipamerkan di ARTSPACE ARTOTEL harus melalui proses kurasi yang mempertimbangkan kesesuaian dengan karakter ruang dan desain interior di masing-masing ARTOTEL. Konsep ruang menjadi fokus utama sehingga pemilihan seniman dan karya tidak semata didasarkan pada popularitas atau nama besar, melainkan pada relevansi visual dan konseptual dengan identitas hotel.
Selain itu, aspek teknis juga menjadi pertimbangan penting. Jumlah dan jenis karya yang dipamerkan disesuaikan dengan kapasitas ruang. Sebagai contoh, ruang dengan ukuran tertentu mungkin hanya mampu mengakomodasi sekitar 10 karya sehingga kesiapan dan kemampuan produksi seniman turut menjadi bahan dalam proses seleksi.





