BerandaHotelTanpa Pandemi Pun Okupansi Hotel di Jakarta Tetap Turun

Tanpa Pandemi Pun Okupansi Hotel di Jakarta Tetap Turun

Published on

spot_img

Sejak September 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperketat aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan, hingga saat ini, pemerintah belum melonggarkan aturan tersebut sehingga berdampak cukup besar terhadap industri pariwisata, termasuk perhotelan. Melihat kondisi tersebut, Colliers International Indonesia memprediksi bahwa kinerja hotel di Jakarta akan terus menurun hingga kuartal keempat tahun 2020.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, mengatakan, sejak PSBB jilid 2 diberlakukan, pergerakan masyarakat dibatasi dan diimbau untuk di rumah saja. Apalagi, banyak perusahaan yang memperpanjang masa Work From Home (WFH) bagi karyawannya sehingga perjalanan bisnis pun akan semakin minim.

BACA JUGA:  Kagum Hotels Diskon Tarif Kamar

“Jika perjalanan bisnis berkurang, sudah pasti semakin sedikit orang yang menginap di hotel. Okupansi hotel juga akan terus menurun,” ujar Ferry.

Faktor lain yang juga menyebabkan turunnya tingkat hunian hotel di Jakarta pada kuartal 4 ialah adanya tren tahunan berlibur bagi masyarakat ibu kota. Menurutnya, setiap akhir tahun, tingkat hunian hotel di Jakarta memang mengalami penurunan karena masyarakat lebih memilih berlibur ke luar kota, seperti Bali.

BACA JUGA:  GRU Space Ciptakan Hotel di Bulan

“Polanya memang begitu setiap tahunnya, di Jakarta tidak ada kegiatan liburan karena kebanyakan masyarakat memilih pergi ke resor Bali dan daerah lainnya. Hotel bisnis juga tidak akan ada lagi kegiatan di akhir tahun. Jadi, tidak ada pandemi pun kondisinya akan seperti itu,” ucap Ferry.

Meskipun setiap tahunnya Bali menjadi incaran masyarakat untuk berlibur, tahun ini akan menjadi momen yang berbeda bagi pelaku perhotelan. Pasalnya, selama pergerakan masyarakat terus dibatasi, akan sulit bagi pelaku hotel untuk memperbaiki bisnisnya. Apalagi, dengan rumitnya aturan yang diberlakukan maskapai penerbangan, membuat masyarakat enggan untuk bepergian ke Bali.

BACA JUGA:  Dukung Program #ItsTimeforBali, Accor Tawarkan Diskon 20 Persen

“Salah satu tantangan Bali ialah letaknya di sebuah pulau sendiri, beda dengan Bandung, Malang atau Yogyakarta yang terletak di pulau Jawa. Kalau sesama pulau Jawa ‘kan relatif mudah dijangkau melalui darat, tetapi kalau ke Bali harus melalui udara dan bepergian dengan pesawat saat ini memerlukan banyak dokumen tambahan. Itu yang membuat orang semakin ragu untuk ke sana,” jelasnya lagi.

spot_img
spot_img

Paviliun Kemenperin Hadir di Halal Indo 2026 dan Siap Fasilitasi 182 Industri 

Jakarta, Venuemagz.com - Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) akan kembali hadir untuk...

Halal Indo 2026 Hadir Lebih Masif dengan Perluas Area Pameran

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) bersama Dyandra Promosindo kembali menyelenggarakan Halal...

Sambut Hari Jadi Jakarta ke-499, 17 Archipelago Hotels di Jakarta Ajak Wisatawan Menikmati Jakarta Lebih Dekat

Jakarta, Venuemagz.com -- Hampir lima abad sejak berdiri, Jakarta telah bertransformasi menjadi salah satu...

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

Paviliun Kemenperin Hadir di Halal Indo 2026 dan Siap Fasilitasi 182 Industri 

Jakarta, Venuemagz.com - Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) akan kembali hadir untuk...

Halal Indo 2026 Hadir Lebih Masif dengan Perluas Area Pameran

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) bersama Dyandra Promosindo kembali menyelenggarakan Halal...

Sambut Hari Jadi Jakarta ke-499, 17 Archipelago Hotels di Jakarta Ajak Wisatawan Menikmati Jakarta Lebih Dekat

Jakarta, Venuemagz.com -- Hampir lima abad sejak berdiri, Jakarta telah bertransformasi menjadi salah satu...