BerandaHotelTingkat Okupansi Hotel Naik, Tapi Harga Lebih Murah

Tingkat Okupansi Hotel Naik, Tapi Harga Lebih Murah

Published on

spot_img

Tingginya pertumbuhan hotel di Indonesia, terutama di Jakarta, Surabaya, dan Bali, membuat setiap hotel berlomba-lomba menarik konsumen, salah satunya dengan menurunkan harga kamar. Dampaknya, secara keseluruhan, tingkat okupansi hotel di Jakarta, Surabaya, dan Bali pada kuartal ke-4 2015 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Dari hasil riset Colliers International, tingkat okupansi rata-rata hotel di Jakarta pada kuartal ke-4 2015 naik 2,71 persen dibandingkan pada kuartal ke-3, tapi tingkat rata-rata harga harian menurun 0,15 persen. Pada 2015, terdapat tambahan 1.349 kamar hotel bintang lima, 1.496 kamar hotel bintang empat, dan 1.227 kamar hotel bintang tiga di Jakarta. Sementara itu, pada 2016, diprediksi akan dibuka lagi 1.717 kamar hotel bintang tiga, 3.559 kamar hotel bintang empat, dan 1.303 kamar hotel bintang lima.

BACA JUGA:  Dua Pilihan Penginapan Saat Berlibur ke Ubud Bali

“Jakarta selalu menjadi sasaran empuk. Meski keterbatasan lahan menjadi kendala, akan banyak pemain besar hadir pada tahun ini,” ujar Ferry Salanto, Associate Director Research Service Colliers International.

Hal yang sama juga terjadi di Bali yang tingkat okupansinya naik 2,04 persen dan rata-rata harga hariannya turun 1,90 persen. “Bencana alam erupsi Gunung Rinjani dan Raung turut berpengaruh, yang menyebabkan wisatawan tidak dapat keluar-masuk akibat penutupan Bandara Ngurah Rai,” ujar Ferry.

BACA JUGA:  Wyndham Casablanca Jakarta Terima Tiga Penghargaan PHRI 2020

Pada 2016, Bali akan mendapat tambahan 1.551 kamar baru pada hotel bintang tiga, 3.515 kamar hotel bintang empat, dan 3.217 kamar bintang lima. Rinciannya adalah 16 hotel terbaru akan dibuka di daerah Jimbaran, 11 hotel di area Kuta, dan 3 hotel baru di daerah Nusa Dua.

Di antara Jakarta dan Bali, Surabaya menjadi kota yang tertinggi pertumbuhan okupansi hotelnya, yakni dengan 3,51 persen. Akan tetapi, harga rata-rata harian kamar hotel turun 1,38 persen. “Surabaya masih terus berkembang. Saat ini ada tujuh hotel yang baru beroperasi di selatan Surabaya. Hal ini karena akses yang dekat dengan central business dan Bandara Juanda,” kata Ferry.

BACA JUGA:  Tiga Protokol Kesehatan Alila Solo Hotel

Brand hotel harus melirik potensi di daerah yang belum banyak dibangun properti hotel, tapi mempunyai potensi pariwisata yang besar sehingga dapat menarik wisatawan,” ujar Ferry.

Penulis: Mikhail

spot_img

Ekspansi ke Asia Tenggara, Klub Perjalanan Mewah ThirdHome Targetkan Pasar Indonesia

Bali, Venuemagz.com – ThirdHome, klub pertukaran rumah mewah global untuk pemilik rumah kedua, mengumumkan...

Scoot Buka Rute Langsung dari Singapura ke Pontianak

Pontianak, Venuemagz.com – Pada 9 April 2026, Scoot mengumumkan akan melakukan penerbangan langsung antara...

Archipelago Hotels Buka fave+ hotel Pertama di Lampung Melalui fave+ hotel Lampung

Bandar Lampung, Venuemagz.com -- Archipelago Hotels, perusahaan manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan...

Archipelago Korean Street Food Festival – 60 Seconds to Seoul Hadir di Yogyakarta

Yogyakarta, Venuemagz.com --  Archipelago Hotels, grup manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan Asia...

Ekspansi ke Asia Tenggara, Klub Perjalanan Mewah ThirdHome Targetkan Pasar Indonesia

Bali, Venuemagz.com – ThirdHome, klub pertukaran rumah mewah global untuk pemilik rumah kedua, mengumumkan...

Scoot Buka Rute Langsung dari Singapura ke Pontianak

Pontianak, Venuemagz.com – Pada 9 April 2026, Scoot mengumumkan akan melakukan penerbangan langsung antara...

Archipelago Hotels Buka fave+ hotel Pertama di Lampung Melalui fave+ hotel Lampung

Bandar Lampung, Venuemagz.com -- Archipelago Hotels, perusahaan manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan...