Cegah Misinformasi, Anak Muda Diminta Melek Literasi Digital

Thursday, 25 November 21 Venue

Tingkat literasi digital masyarakat Indonesia masih kurang dan sangat minim. Hal tersebut mengacu kepada data survei indeks literasi digital nasional yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) pada 2020. Dalam survei itu, literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada level sedang.

Oleh karena itu, Veri Setiawan, Dosen Ilmu Komunikasi UNINDA Gontor Ponorogo, mengajak seluruh anak muda Indonesia agar melek literasi digital guna mencegah penyebaran misinformasi. “Kami menilai, hal yang paling urgent untuk didorong peningkatannya adalah kemampuan berpikir kritis tentang media dan data,” kata Veri dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021).

BACA JUGA:   Profesi Online Marketing, Makin Banyak Yang Cari

Minimnya tingkat indeks literasi digital belum mencapai skor baik (4,00), baru sedikit di atas sedang (3,00). Dia pun berharap, media sosial dapat masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Alasannya adalah supaya media sosial dan realita sejalan.

“Bagaimana mereka bisa tumbuh dengan baik jika diberikan hoaks, mencaci maki presidennya. Bagaimana anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik,” kata Veri.

Dia pun memberikan tips langkah-langkah untuk melek literasi digital. Pertama, adalah membuat daftar dan menganalisis isu-isu kontemporer. Kedua, membuat peer group untuk berbagi dan melakukan aksi literasi bersama. Ketiga, mempublikasikan narasi sehat dan kontra narasi dari hoaks, dan keempat melakukan advokasi.

BACA JUGA:   Cara Melatih Digital Skill

“Penggerak Milenial Indonesia ini sebagai peer group, mempublikasikan narasi dan mengkontrol narasi, yang terlahir melakukan advokasi. Peran kita itu menjadi peran elaboratif, sebab bangsa ini terlalu besar untuk dikerjakan satu kelompok, membutuhkan banyak kelompok,” ujar Veri.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Berkomentar di Medsos Perlu Kecerdasan dan Kebaikan Hati

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).