Hoaks Mudah Tersebar di Medsos, Begini Ciri-cirinya

Wednesday, 24 November 21 Venue

Keberadaan internet sebagai media online membuat informasi yang belum terverifikasi benar dan tidaknya tersebar cepat. Perilaku penggunaan media sosial (medsos) pada masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif, membuat informasi yang benar dan salah bercampur aduk.

“Hanya dalam hitungan detik, suatu peristiwa sudah bisa langsung tersebar dan diakses oleh pengguna internet melalui media sosial,” kata Ediyanto, Dosen Fakultas Ekonomi UNARS Situbondo, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (23/11/2021). Namun, lanjut dia, saat ini banyak orang menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian, provokasi dan hoaks.

Ediyanto mengatakan, arti hoaks adalah informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya. Arti hoaks adalah salah satu tren terburuk yang pernah ada dalam sejarah penggunaan media sosial.

BACA JUGA:   Alasan Bisnis Membutuhkan Media Sosial

“Hoaks merupakan ekses negatif kebebasan berbicara dan berpendapat di internet. Khususnya media sosial dan blog,” kata Ediyanto. Sedangkan menurut wikipedia, arti hoaks adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu. Padahal pencipta berita tersebut tahu bahwa berita yang ia berikan adalah berita palsu.

“Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan,” ujarnya.

Menurut Ediyanto, terdapat beberapa ciri-ciri berita hoaks, di antaranya:

  • Didistribusikan via email atau media sosial karena efeknya lebih besar.
  • Berisi pesan yang membuat cemas, panik para pembacanya.
  • Diakhiri dengan imbauan agar si pembaca segera meneruskan warning tersebut ke forum yang lebih luas. Hoaks memanfaatkan iktikad baik si pembaca, sehingga pembaca email ini tanpa meneliti terlebih dahulu kebenaran beritanya, langsung segera menyebarkannya ke forum yang lebih luas. Akibatnya lalu lintas peredaran data di internet makin padat dengan berita yang tidak benar.
  • Biasanya pengirim awal hoaks ini tidak diketahui identitasnya.
BACA JUGA:   Belanja Online Rawan Penipuan, Begini Cara Mengatasinya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).