BerandaLiterasi DigitalKiat Aman Bertransaksi Digital di Masa Pandemi

Kiat Aman Bertransaksi Digital di Masa Pandemi

Published on

spot_img
spot_img

Transaksi keuangan melalui aplikasi digital di masa pandemi mengalami kenaikan. Menurut Danis Kirana, Co-Founder Dako Brand & Communication, hal itu didorong oleh pembatasan aktivitas masyarakat demi menekan penyebaran virus corona.

“Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik tetap kuat pada Juli 2020, yakni sebesar 24,42 persen (yoy), sedangkan volume transaksi digital banking juga mengalami pertumbuhan yang tinggi sebesar 38,81 persen (yoy) pada Juli 2020,” tutur dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (25/10/2021).

Danis mengatakan, seiring dengan kebutuhan transaksi keuangan secara digital di masa pandemi, terdapat beberapa kiat aman, di antaranya:

  • Hindari Penggunaan Wi-fi Publik untuk Transaksi Keuangan
BACA JUGA:  Mengembangkan Konten di Ruang Digital

Menggunakan Wi-fi publik memiliki risiko tinggi untuk terjadinya pencurian data pribadi. Jika masyarakat ingin melakukan transaksi keuangan, disarankan menggunakan jaringan internet pribadi yang lebih aman. Selain itu, jangan lupa untuk selalu memantau notifikasi dari setiap transaksi. Jika menerima notifikasi dari transaksi yang tidak diketahui, diharapkan untuk segera menghubungi pihak bank yang bersangkutan.

  • Belanja Online di Situs atau Aplikasi yang Terpercaya

Pastikan hanya berbelanja di situs online yang terpercaya. Cara untuk memastikan situs online aman atau tidak, yaitu dengan melihat apakah ada ikon ‘gembok’. Situs yang aman terdapat simbol ini di pojok kiri atas sebelum alamat situs atau alamat situs yang dimulai dengan https://. Selain itu, situs belanja online yang terpercaya biasanya memiliki layanan garansi dan akan bertanggungjawab jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Hindari bertransaksi digital yang meminta pembayaran langsung ke rekening pribadi penjual. Hal ini untuk menghindari penipuan. Tentu, tidak mau kan niat belanja untung malah jadi buntung?

  • Rutin Mengganti Password dan Tidak Sembarangan Memberikan One Time Password (OTP)
BACA JUGA:  Tertib Menjaga Keamanan Akun Digital

Secara berkala PIN/password harus diganti dengan angka, tanda baca, dan huruf yang unik. Diusahakan bedakan PIN/password untuk rekening atau akun yang berbeda. Jangan pernah memberitahukan PIN/password atau OTP ke orang lain yang tidak dikenal dan hindari mengirimkan data pribadi melalui aplikasi percakapan digital atau media sosial.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Waspadai Pinjol Ilegal, Ini Ciri Khasnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img

Snoopy Run Hadirkan Pawrent Run dan Pengalaman Imersif di PIK

Kabar gembira bagi para pencinta olahraga sekaligus penggemar karakter ikonik PEANUTS™! Untuk pertama kalinya,...