Komunikasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) juga terus dijalin CGV. Pada awal November, CGV menggelar nonton bersama dengan para staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas pemadam kebakaran kota Balikpapan sebagai apresiasi atas penggalangan bencana kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap yang terjadi di Kalimantan beberapa waktu lalu.
Beragam konten dan strategi tersebut sekaligus membuktikan CGV terus memosisikan diri sebagai jaringan bioskop yang berbeda dan lebih seru dengan menawarkan ruang yang tidak hanya film namun juga seni budaya, sosial dan hiburan.
“Tahun 2019 merupakan tahun transformasi bagi CGV, bukan hanya untuk kehadirannya di Indonesia, atau rekor jumlah penonton dalam sejarah CGV di Indonesia, namun juga keseruan dan peningkatan pembukaan bioskop di sejumlah daerah. Kami memiliki hubungan yang kuat dengan para mitra bisnis kami, termasuk para stakeholders dan produser film nasional dan regional, untuk membangun dan mendukung industri film di Indonesia,” ungkap Kim, Kyoung Tae, Direktur Utama CGV Cinemas Indonesia.
Ia menambahkan, sebagai bisnis inti dari CGV, dukungan terhadap industri film merupakan hal penting. Melihat banyaknya film lokal yang diproduksi dan diterima oleh masyarakat, karena itu sejak tahun lalu, CGV telah menyediakan tempat khusus bagi para sineas independen memutar karyanya di layar perak.





