Jakarta, Venuemagz.com – Rencana menghadirkan konser BTS di Jakarta mendadak jadi perbincangan hangat setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan pernyataan bahwa dirinya sedang “fight” menjadikan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai lokasi konser grup asal Korea Selatan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Pramono dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4). Dalam kesempatan itu, ia mempromosikan JIS sebagai venue event besar, termasuk konser internasional.
Menurut Pramono, JIS memiliki sejumlah keunggulan, terutama akses transportasi publik yang kini semakin baik. Ia menyebut stasiun KRL berada dekat stadion, sehingga penonton lebih mudah datang tanpa kendaraan pribadi. Selain itu, kawasan Ancol juga disebut bisa menampung hingga 10.000 kendaraan untuk kebutuhan parkir tambahan.
“Kalau nonton konser lebih baik pakai transportasi publik. KRL berhenti di bawahnya JIS,” ujar Pramono, sambil mencontohkan sejumlah konser besar yang pernah berlangsung di sana.
Namun, suasana berubah ketika nama BTS disebut. Rencana Pramono soal keinginannya membawa Konser BTS ke JIS justru memicu respons cepat dari para ARMY, sebutan fandom BTS yang dikenal solid dan vokal di media sosial.
Pramono pun mengaku sempat “dimarahi” fans BTS, bahkan oleh anaknya sendiri yang juga ARMY. Ia kemudian berseloroh tak lagi mempermasalahkan jika konser BTS nantinya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
“Saya bilang saya mau BTS main di JIS, saya dimarahi. Anak saya juga ARMY. Sudahlah Pak, biar mainnya di GBK aja kali ini,” ucapnya sambil tertawa.
Bukan Sekadar Venue, Tapi Soal Pengalaman Konser
Perdebatan JIS versus GBK sebenarnya bukan hanya soal lokasi, tetapi juga pengalaman menonton konser.
Bagi generasi muda, khususnya penggemar K-Pop, venue konser bukan sekadar bangunan megah. Mereka mempertimbangkan akses pulang malam hari, integrasi transportasi umum, area antrian, keamanan crowd control, hingga kenyamanan setelah acara selesai.
GBK selama ini dianggap unggul karena berada di pusat kota, terkoneksi MRT, TransJakarta, taksi online, hotel, hingga kawasan hiburan Senayan. Stadion ini juga sudah beberapa kali menjadi lokasi konser kelas dunia dengan ekosistem event yang lebih matang.
Sementara JIS dipandang sebagai venue modern dengan kapasitas besar dan fasilitas baru, namun masih menghadapi tantangan persepsi soal akses keluar-masuk penonton massal, terutama seusai acara malam hari.
Benturan Perspektif Generasi
Komentar Pramono juga memunculkan gambaran menarik: bagaimana pejabat publik melihat venue dari sisi pembangunan infrastruktur, sementara anak muda melihatnya dari sisi pengalaman pengguna.
Bagi kalangan pemerintah, JIS adalah simbol investasi kota yang perlu dioptimalkan untuk event internasional. Tetapi bagi komunitas fans, keputusan venue harus mempertimbangkan kebutuhan riil penonton yang datang dari berbagai kota, bahkan luar negeri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa industri konser saat ini tidak bisa hanya mengandalkan kapasitas stadion. Pengalaman audiens menjadi faktor utama.
Jakarta Siap Menjadi Kota Konser?
Terlepas dari polemik BTS di JIS atau GBK, satu hal yang pasti, Jakarta semakin serius membangun citra sebagai kota konser dan destinasi event internasional.
Dengan pasar musik live yang terus tumbuh dan fanbase besar untuk artis global, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah Jakarta layak menjadi tuan rumah konser BTS, melainkan venue mana yang paling siap memberikan pengalaman terbaik.
Kalau menurut kamu, BTS lebih cocok tampil di JIS atau GBK?





