Malaysia, Venuemagz.com – Marriott International berkolaborasi dengan biro-biro konvensi di Malaysia untuk menjadikan Malaysia sebagai destinasi lengkap dengan beragam lokasi acara yang unik.
Bekerja sama dengan Malaysia Convention & Exhibition Bureau (MyCEB), Business Events Sarawak (BESarawak), dan Sabah Convention Bureau, Marriott resmi luncurkan Destination Convention Malaysia. Platform ini menggabungkan fasilitas konvensi, layanan perhotelan, hingga pengalaman wisata lokal sehingga memudahkan para penyelenggara acara dalam mencari potensi dari berbagai pilihan konsep acara di seluruh Malaysia.
Tidak hanya fokus di satu kota atau tempat, program ini menggabungkan kemudahan akses internasional dan kelengkapan fasilitas konvensi di Kuala Lumpur dengan kekayaan budaya, keindahan alam, serta pengalaman incentive travel di Sarawak, Sabah, dan wilayah Malaysia lainnya.
Inisiatif ini hadir di tengah persaingan antar-destinasi di kawasan Asia-Pasifik untuk merebut pasar konvensi, pertemuan korporat, dan program insentif yang terus bertumbuh. Selain kapasitas lokasi dan mudahnya aksesibilitas, para penyelenggara kini turut mempertimbangkan aspek personalisasi, wellness, sustainability, teknologi, hingga pengalaman lokal yang relevan untuk peserta mereka.
Bagi Malaysia, hal ini menjadi peluang untuk menjadikan keberagaman destinasinya sebagai daya saing utama.
Lebih Banyak Pilihan dalam Satu Pasar
Melalui Destination Convention Malaysia, para penyelenggara acara regional dapat lebih mudah menyesuaikan pilihan lokasi dan pengalaman acara dengan kebutuhan serta karakteristik peserta.
Malaysia menawarkan berbagai pilihan lokasi, mulai dari pusat konvensi perkotaan, resor wisata, hingga destinasi kaya alam dan budaya. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi para penyelenggara acara untuk mengadakan konvensi besar, rapat bisnis, program insentif, hingga acara berfokus pada pengalaman di seluruh wilayah Malaysia.
“Penyelenggara acara regional kini cenderung memilih destinasi dengan infrastruktur kuat yang dapat memberikan pengalaman berkesan bagi para peserta di luar agenda formal,” ujar George Varughese, Market Vice President Malaysia, Marriott International. “Malaysia mampu memenuhi kedua hal tersebut lewat konektivitas global, fasilitas konvensi, serta kekayaan budaya dan alam. Lewat Destination Convention Malaysia, kami ingin menonjolkan potensi ini secara jelas dan mudah diakses oleh para penyelenggara acara di seluruh Asia Pasifik.”
Inisiatif ini diperkenalkan dalam Malaysia Means Business, sebuah forum industri yang digelar Marriott International di The St. Regis Kuala Lumpur. Acara ini menghadirkan para pemimpin sektor business events, destinasi, dan perhotelan untuk membahas strategi Malaysia meraih pangsa pasar MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) yang lebih besar di tingkat regional.
Bersaing Memperebutkan Acara Bisnis Regional
Perwakilan senior Marriott International, MyCEB, BESarawak, dan Sabah Convention Bureau menggelar diskusi panel untuk untuk membahas peluang Malaysia meraih pangsa pasar MICE Asia Pasifik yang lebih besar.
Diskusi ini membahas sejauh mana penyelenggara acara regional mengenali keunggulan Malaysia, serta bagaimana negara ini memanfaatkan nilai konektivitas, infrastruktur, dan keanekaragaman destinasi untuk memperkuat posisinya.

Para panelis juga menyoroti pergeseran kebutuhan penyelenggara dan peserta. Selain faktor teknis seperti aksesibilitas, penginapan, dan kapasitas tempat, elemen seperti program yang disesuaikan, wellness, keberlanjutan, teknologi, serta pengalaman yang terkait dengan destinasi tuan rumah kini memegang peranan besar.
“Tingginya minat penyelenggara acara menggelar business event di Malaysia mencerminkan kepercayaan mereka pada kapabilitas kami. Kini, fokus kami adalah meningkatkan kesadaran akan tingginya keberagaman penawaran kami di berbagai wilayah Malaysia,” ujar Tan Mei Phing, CEO MyCEB.
“Lewat Destination Convention Malaysia, kami menyatukan berbagai destinasi demi menonjolkan kekuatan ekosistem business events Malaysia, sekaligus memberikan penawaran yang menarik bagi penyelenggara acara berskala regional maupun internasional,” tambahnya.
Per 30 Juni 2026, MyCEB telah mengamankan 416 acara untuk periode 2026–2030, dengan estimasi menyumbang dampak ekonomi sebesar RM3,98 miliar.
Menghubungkan Lokasi Acara dengan Daya Tarik Destinasi
Dengan 65 hotel yang beroperasi di seluruh Malaysia, Marriott International memberi kemudahan bagi para penyelenggara acara di kawasan Asia Pasifik untuk mengakses akomodasi dan fasilitas acara di berbagai destinasi bisnis dan wisata. Jaringannya mencakup pusat konvensi utama, antara lain Marriott Putrajaya International Convention Centre, Renaissance Kuala Lumpur Hotel & Convention Centre, Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South, Desaru Coast Conference Centre, hingga Langkawi International Convention Centre.
Di berbagai properti Marriott, penyelenggara acara dapat menggabungkan akomodasi dan fasilitas acara dengan wisata kuliner, program wellness, tur lokal, serta berbagai pengalaman menarik lainnya. Pendekatan ini membuat agenda acara lebih variatif di luar ruang rapat dan memudahkan penyelenggara menyusun kegiatan yang relevan dengan minat para peserta.
Melalui Destination Convention Malaysia, Marriott International bersama MyCEB, BESarawak, dan Sabah Convention Bureau ingin memberikan gambaran yang lebih jelas bagi para penyelenggara acara regional, sekaligus membuktikan kemampuan Malaysia dalam mendukung beragam format dan pengalaman acara di dalam satu negara.




