Jakarta, Venuemagz.com – PT Pamerindo Indonesia resmi membuka Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series pekan kedua dengan nama Engineering Week. Acara ini hadir pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta dengan tema “Sustainability for Industrial Transformation”.
Engineering Week 2026 menghadirkan delapan pameran dari berbagai sektor strategis dalam satu rangkaian penyelenggaraan. Dari sisi pengolahan sumber daya dan material, Mining Indonesia hadir untuk merepresentasikan sektor sumber daya dan pertambangan.
Lalu ada Oil & Gas Indonesia yang berperan dalam ekosistem energi dan industrial operations. Sedangkan, GIFA Indonesia & METEC Indonesia membawa teknologi pengecoran logam, pengolahan logam, dan metalurgi yang mendukung peningkatan nilai tambah material dan manufaktur.
Rangkaian tersebut kemudian diperkuat oleh sektor-sektor yang menopang pembangunan dan keberlangsungan aktivitas industri. Seperti halnya Construction Indonesia dan Concrete Show South-east Asia–Indonesia yang merepresentasikan kebutuhan pembangunan infrastruktur serta teknologi material konstruksi.
Kemudian, Water Indonesia berfokus pada pengelolaan air dan utilitas. Terakhir, ADEXCO (Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference) membawa perspektif manajemen bencana, keselamatan sipil, kesiapsiagaan, dan ketahanan.

Kehadiran delapan sektor dalam satu rangkaian tersebut memperlihatkan keterkaitan antara ketersediaan sumber daya dan energi, pengolahan material, pembangunan infrastruktur, pengelolaan utilitas, hingga kesiapan menghadapi risiko.
Kolaborasi untuk Menguatkan Ekosistem Industri
Keterhubungan antar sektor tersebut pada akhirnya menempatkan keberlanjutan bukan sebagai agenda yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari cara industri merencanakan dan menjalankan pembangunan. Karena itu, penguatan ekosistem industri membutuhkan kolaborasi yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan, sumber daya, dan kapasitas yang ada.
Hal ini yang menjadi salah satu perhatian Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Febrian Alphyanto Ruddyard. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar institusi untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik. Hal ini dilakukan karena kualitas pembangunan ditentukan dari bagaimana kita merencanakan, berinvestasi, membangun, dan mengukur kemajuan.
“Jadi tantangan saat ini bukanlah sekadar menciptakan lebih banyak kebijakan, kerangka kerja, atau lembaga. Elemen-elemen tersebut sudah kita miliki. Tantangannya adalah membuat semuanya bekerja sama, bekerja bersama menuju sistem pertanggungjawaban bersama dan mendukungnya melalui informasi yang terpadu, pembiayaan yang terkoordinasi, serta akuntabilitas bersama,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut juga menjadi penting ketika industri dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing. Seperti yang dikatakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, bahwa efisiensi berbasis teknologi sangat penting karena selaras dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan ketahanan industri nasional.
Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa transformasi industri Indonesia perlu didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan yang disertai dengan penguatan teknologi, infrastruktur, dan efisiensi. Menurutnya, potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia harus dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
“Karena itu, pengembangan industri ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga bagaimana memperkuat rantai nilai, meningkatkan daya saing, dan memastikan sumber daya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Yuliot.
Ribuan Peserta dengan Serangkaian Program
Penyelenggaraan Engineering Week 2026 diikuti oleh 1.694 perusahaan dari 34 negara dan juga kawasan. Serangkaian forum diskusi juga telah disiapkan selama empat hari yang diisi oleh para thought leader di bidang masing-masing.
Selain itu, terdapat serangkaian program pendukung lainnya yang dapat diikuti oleh para buyer maupun pengunjung. Mulai dari seminar, forum, business networking, serta program pendukung lainnya.
Dengan banyaknya peserta dan program acara, Engineering Week 2026 menggunakan area yang lebih luas dengan lebih dari 88.000 meter persegi. Area ini sudah termasuk hall baru JIExpo Kemayoran yang perdana digunakan untuk acara Engineering Week 2026.
Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, menegaskan bahwa keberagaman sektor dan skala partisipasi tersebut mencerminkan perubahan kebutuhan industri yang semakin terhubung. Ia berharap, forum diskusi yang dihadirkan dapat melahirkan kemitraan strategis, solusi inovatif, dan komitmen bersama yang dapat langsung diimplementasikan pada berbagai sektor.
“Bagi kami, Engineering Week merupakan komitmen kami untuk terus berupaya menyediakan platform yang dapat mempertemukan berbagai sektor industri, terlebih manakala kebutuhan antar industri semakin saling terhubung. Semuanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan masyarakat,” kata Lia.




