Indonesia Merupakan Rumah Kedua bagi Korea Selatan

Friday, 14 July 17 0 Comments   Ahmad Baihaki
Korea Selatan
Foto: Venuemagz/Ahmad

Pengusaha asal Korea Selatan yang tergabung dalam Asosiasi Importir Korea (KOIMA) menyelenggarakan forum bisnis dan business to business meeting pada 12 hingga 15 Juli 2017 di Jakarta. Forum bisnis kali ini dihadiri sekitar 130 delegasi importir dari 66 perusahaan Korea Selatan yang datang ke Indonesia.

Forum bisnis itu dihadiri oleh Cecep Herawan, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Dody Edward, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan, serta Myoung-Jin Shin, Chairman Asosiasi Importir Korea Selatan (KOIMA).

Pada sambutannya, Myoung-Jin Shin mengatakan, minat Korea Selatan untuk membeli produk Indonesia sangat tinggi, terutama sumber daya alam. “Importir Korea Selatan tertarik membeli produk seperti minyak, karet, dan timber. Memang selama ini belum banyak importir Korea yang masuk ke pasar Indonesia sehingga ini kesempatan untuk memacunya,” kata Myoung-Jin Shin.

Myoung-Jin Shin menargetkan, dari acara ini saja nilai perdagangan bisa melebihi US$100.000, dan akan terus berkelanjutan. “Kami punya pengalaman lebih dari 40 tahun. Korea Selatan adalah importir terbesar ke-9 di dunia,” kata Myoung-Jin Shin.

Dody Edward, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan, mengatakan, forum bisnis ini menjadi kesempatan baik untuk ekspor produk-produk Indonesia, serta memperluas jaringan bagi Indonesia agar produk Indonesia bisa lebih dikenal.

“Kita ingin kawan-kawan perwakilan perdagangan atau KBRI di Korea untuk lebih mempromosikan produk yang ada di Indonesia. Semoga dengan acara ini hubungan kerja sama bisa lebih ditingkatkan lagi,” ucap Dody.

Peluang lainnya yang akan dikembangkan antara Korea Selatan dan Indonesia adalah pada sektor furnitur, makanan, minuman, perikanan, dan bahan baku. Untuk pariwisata, Indonesia juga sangat potensial apabila ditawarkan kepada Korea Selatan. “Indonesia adalah rumah kedua bagi mereka dan saya kira ini sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata,” kata Dody.