BerandaFeatureIndonesia Kebanjiran Turis Malaysia, Ada Alarm Ekonomi di Baliknya?

Indonesia Kebanjiran Turis Malaysia, Ada Alarm Ekonomi di Baliknya?

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – Gelombang wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak di antara mereka membagikan pengalaman berbelanja batik, parfum, produk fesyen lokal hingga menikmati hotel dan kuliner Indonesia dengan biaya yang menurut mereka jauh lebih murah dibandingkan di negara asalnya.

Bagi sektor pariwisata, fenomena ini tentu terlihat sebagai kabar baik. Semakin banyak wisatawan asing datang, semakin besar pula potensi devisa yang masuk ke dalam negeri.

Namun, di balik ramainya kunjungan tersebut, ada pertanyaan yang muncul: apakah Indonesia memang semakin menarik, atau justru semakin murah karena nilai tukar rupiah yang melemah?

Pada jumpa pers yang digelar 2 Juni 2026, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan, naik 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:  Mau Bidik Audien Profesional? Ini Strategi Event yang Terbukti Efektif

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026 jumlah kunjungan wisman telah mencapai 4,68 juta kunjungan, tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Menariknya, Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia. Pada April 2026, jumlah wisatawan asal Malaysia tercatat mencapai 207.960 kunjungan atau sekitar 16,65 persen dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa Malaysia tetap menjadi salah satu tulang punggung pariwisata Indonesia.

Faktor kurs rupiah yang melemah menjadi pembahasan utama. Dengan nilai tukar yang sempat menyentuh kisaran Rp4.500 per ringgit Malaysia, RM500 kini setara dengan lebih dari Rp2,2 juta. Nilai yang bagi sebagian warga Malaysia mungkin hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama beberapa hari, di Indonesia bisa digunakan untuk menginap, berwisata, menikmati kuliner, hingga berbelanja oleh-oleh. Tak heran jika banyak wisatawan Malaysia menganggap Indonesia sebagai destinasi yang sangat terjangkau.

BACA JUGA:  Sewa-Menyewa Sertifikat Kompetensi MICE

Ketika “Murah” Menjadi Pisau Bermata Dua

Dari sudut pandang industri pariwisata, pelemahan mata uang domestik memang sering kali membawa efek positif jangka pendek. Destinasi menjadi lebih kompetitif dibandingkan negara lain karena biaya yang harus dikeluarkan wisatawan asing menjadi lebih rendah.

Hotel lebih mudah terisi, restoran lebih ramai, pusat perbelanjaan mendapat tambahan pengunjung, dan destinasi wisata menikmati peningkatan aktivitas ekonomi.

Namun, di sisi lain, rupiah yang melemah dampaknya merembet ke hampir seluruh aspek ekonomi. Misalnya, barang impor menjadi lebih mahal. Mulai dari perangkat elektronik, bahan baku industri, alat kesehatan, hingga kebutuhan produksi yang masih bergantung pada komponen luar negeri. Beban pembayaran utang dalam mata uang asing juga ikut meningkat ketika nilai tukar melemah.

BACA JUGA:  BTS di JIS atau GBK? Ambisi Pramono Anung Picu Reaksi ARMY

Artinya, di saat wisatawan asing menikmati Indonesia yang terasa semakin murah, masyarakat Indonesia justru berpotensi menghadapi kenaikan biaya hidup akibat harga barang yang ikut terdorong naik.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah negara tidak hanya diukur dari seberapa murah negara tersebut di mata wisatawan asing, melainkan juga dari seberapa kuat ekonominya mampu menjaga daya beli masyarakatnya sendiri.

Maka ketika wisatawan Malaysia ramai-ramai mengatakan bahwa Indonesia sangat murah, mungkin pelaku pariwisata boleh tersenyum karena tingkat kunjungan meningkat. Namun, bagi pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi, fenomena yang sama bisa dibaca sebagai sebuah alarm. Sebab, yang dirayakan wisatawan sebagai liburan murah, belum tentu merupakan kabar baik bagi kesehatan ekonomi dalam jangka panjang.

JIPS 2027 Segera Digelar, Hadirkan Program Edukatif hingga Kompetisi Unik

Jakarta, Venuemagz.com -  PT Mavic Dyandra Internasional mengumumkan akan kembali menggelar Jakarta International Pet...

Sukses Digelar Tahun Ini, JIPS 2027 Siap Hadir Lebih Interaktif di NICE PIK 2

Jakarta, Venuemagz.com - Setelah sukses digelar tahun ini, Jakarta International Pet Show (JIPS) akan...

Menyusuri Jejak Sejarah, Seni, hingga Kuliner di Old Town Central Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Bagi kebanyakan pelancong, Hong Kong identik dengan gemerlap lampu kota,...

Transnusa Resmikan Penerbangan Langsung Bali ke Phuket

Jakarta, Venuemagz.com - PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Denpasar–Phuket...

JIPS 2027 Segera Digelar, Hadirkan Program Edukatif hingga Kompetisi Unik

Jakarta, Venuemagz.com -  PT Mavic Dyandra Internasional mengumumkan akan kembali menggelar Jakarta International Pet...

Sukses Digelar Tahun Ini, JIPS 2027 Siap Hadir Lebih Interaktif di NICE PIK 2

Jakarta, Venuemagz.com - Setelah sukses digelar tahun ini, Jakarta International Pet Show (JIPS) akan...

Menyusuri Jejak Sejarah, Seni, hingga Kuliner di Old Town Central Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Bagi kebanyakan pelancong, Hong Kong identik dengan gemerlap lampu kota,...