Jepang Luncurkan Paket Wisata Medis Bagi Turis Indonesia

Tuesday, 22 August 23 Harry
wisata medis ke jepang

Berdasarkan data dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Jepang merupakan negara nomor satu dengan harapan hidup tertinggi, yakni dengan usia rata-rata penduduknya hingga 84,3 tahun. Hal tersebut tentunya didorong oleh banyak faktor, seperti pola hidup hingga akses kesehatan yang sangat baik.

Sayangnya, fasilitas kesehatan yang baik tersebut belum dimaksimalkan dengan baik untuk memikat warga negara lain melakukan pemeriksaan kesehatan di Jepang, atau yang biasa dikenal dengan wisata medis.

Takumi Takahashi, Presiden Direktur JCB, mengatakan, “Wisata medis di Jepang masih kecil. Beberapa tantangannya adalah belum banyak rumah sakit yang dapat menerima pasien dari luar negeri, tidak ada staf penerjemah medis, dan tidak ada koordinator.”

Untuk itu, JCB bekerja sama dengan Jakarta Travel Services dan Iseikai International General Hospital dari Holonics Group meluncurkan program “JCB Advanced Medical Tourism Program” di Indonesia, pada 22 Agustus 2023.

BACA JUGA:   Sarawak Tourism Board Kenalkan Wisata Kesehatan

JCB yang merupakan merek pembayaran global yang berbasis di Jepang menyediakan program pelayanan wisata kesehatan melalui Jakarta Travel Services dari Indonesia ke Jepang, dengan menyediakan program wisata pemeriksaan medis/medis lanjutan dengan paket layanan seperti juru bahasa (interpreter) pada saat pemeriksaan medis dan referensi restoran di Jepang.

Program ini juga dilengkapi dengan hasil interpretasi secara daring, pengaturan perjalanan (termasuk layanan sewa), program pariwisata ke Jepang dengan berbagai benefit tambahan yang menarik seperti airport lounge.

“Kami percaya fasilitas lengkap dan teknologi canggih yang dimiliki oleh Isekai International General Hospital akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Namun, kami sangat menyadari bahwa adanya rintangan seperti bahasa dan koordinator yang berpengalaman dalam menjembatani orang Indonesia saat melakukan perawatan kesehatan di Jepang. Karena itu, program medical tourism dari JCB bermaksud untuk hadir menyelesaikan masalah ini. JCB akan menyediakan fasilitas penerjemah pendamping yang akan membantu dari konsultasi awal sampai kunjungan berobat serta koordinator yang berpengalaman dari Indonesia. Kerja sama dari program wisata medis ini dapat menjadi alternatif kesehatan terutama bagi yang membutuhkan initial check up. Selain check up, para pasien dan keluarganya juga dapat menikmati keindahan negara Jepang dan berbagai keuntungan kartu kredit JCB pada saat bersamaan,” ujar Takumi Takahashi.

BACA JUGA:   Inggris Mempermudah Penerbitan Visa Bagi Grup MICE India

Gilang Gustya Pratama, Direktur Jakarta Travel Service, menambahkan, “Kerja sama ini menandai ikatan yang lebih erat antara Indonesia dan Jepang, dua negara dengan budaya yang kaya dan hubungan yang kuat selama 65 tahun terakhir. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat lebih memperkuat hubungan kedua negara dan saling berkontribusi dalam bidang perjalanan medis dan pariwisata.”

BACA JUGA:   Manfaat GeNose C19 Bagi Sektor Pariwisata

Program wisata medis ke Jepang ini akan mulai dibuka pada 1 Oktober 2023, yakni bertepatan dengan beroperasinya kompleks medis i-Mall dari Iseikai International General Hospital. Kompleks tersebut selain memiliki rumah sakit, juga dilengkapi dengan tempat penitipan anak, kafe, pusat kebugaran 24 jam, bioskop, hotel, dan sebagainya.

Gilang menambahkan, untuk saat ini baru ada 2 program wisata medis yang ditawarkan, yaitu Sophia Medical Checkup Super Couse dan Sophia Medical Checkup Super Couse + PET/CT Scan. Harga yang ditawarkan mulai dari 570.000 Yen (Rp59.865.467) untuk laki-laki, dan 690.000 Yen (Rp72.468.723) untuk perempuan.