Kemenparekraf Ciptakan Banyak Asesor Bidang Ekonomi Kreatif

Wednesday, 08 March 23 Harry
Kemenparekraf asesor ekonomi kreatif

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan kegiatan pelatihan asesor kompetensi WPA (Work Place Asesor) bidang ekonomi kreatif untuk menghasilkan asesor-asesor profesional di bidang ekonomi kreatif.

Pelatihan tersebut diadakan pada 7-13 Maret 2023 di Solia Hotel Yosodipuro, Solo, dengan menghadirkan 20 peserta yang merupakan asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perkerisan Indonesia, LSP Mode, dan LSP Fotografi.

Titik Lestari, Direktur Standardisasi Kompetensi Kemenparekraf/Baparekraf, mengatakan, amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif salah satunya adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif agar dapat menjadi SDM unggulan yang kompeten, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha.

BACA JUGA:   Sandiaga Uno Dorong Labuan Bajo Sebagai Destinasi MICE Dunia

“Salah satu langkah implementasi peningkatan kompetensi SDM ekonomi kreatif adalah melalui kegiatan sertifikasi SDM. Namun, permasalahan yang ada saat ini, belum banyak asesor atau penilai kompeten yang dimiliki oleh LSP bidang ekonomi kreatif,” kata Titik Lestari.

Selain itu, penyebaran lokasi asesor SDM ekonomi kreatif juga dinilai belum merata di seluruh Indonesia. Padahal, potensi industri ekonomi kreatif dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat menghasilkan banyak asesor di bidang ekonomi kreatif yang berkualitas sehingga mampu menyukseskan kegiatan sertifikasi SDM ekonomi kreatif. Jika kegiatan sertifikasi SDM berhasil dilakukan, maka diharapkan ekonomi kreatif mampu memberikan kontribusi lebih terhadap perekonomian nasional,” kata Titik.

BACA JUGA:   Program Creative From Home Bagi Pekerja Film

Lina Verawati, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Kemenparekraf, menjelaskan, kegiatan pelatihan berlangsung selama empat hari dan dilanjutkan dengan kegiatan uji kompetensi selama dua hari.

Melalui pelatihan ini diharapkan para asesor nantinya dapat memiliki kompetensi yang semakin baik dalam melakukan tugas-tugasnya, yakni melakukan uji kompetensi, audit internal LSP dan verifikasi tempat uji kompetensi (TUK), serta kegiatan pembentukan dan pengukuhan asosiasi asesor kompetensi bidang ekonomi kreatif.

BACA JUGA:   Sejumlah Strategi Dijalankan Indonesia untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

“Harapan kami tentu saja kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat, demi kemajuan pengembangan SDM ekonomi kreatif di Indonesia yang semakin profesional dan kompeten serta berdaya saing unggul,” ujar Lina.