Masuk Low Season, Begini Antisipasi Menparekraf Sandiaga Uno

Tuesday, 07 March 23 Bonita Ningsih

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari 2023 telah mencapai 754 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022 silam.

“Saya sangat bahagia mendapatkan kabar dari BPS yang telah mengeluarkan data tersebut pada 1 Maret 2023 kemarin,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada tanggal 6 Maret 2023. 

Berdasarkan data yang ia terima, jumlah wisatawan pada Januari 2023 telah mengalami peningkatan hingga 503,34 persen jika dibandingkan Januari 2022. Namun, menurutnya, angka tersebut mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan Desember 2022. 

BACA JUGA:   Pemda Diminta Bantu Selamatkan Industri Pariwisata dan Ekraf

“Jika dibandingkan tahun lalu memang ada peningkatan tajam dan menunjukkan trend positif, tapi dari segi perbandingan Desember 2022, kita melihat ada moderasi. Meski demikian, kami apresiasi semua kerja luar biasa dari semua stakeholder terkait di dalamnya,” jelas Sandiaga.

Menurut Sandiaga, ada lima negara yang menempati peringkat teratas sebagai penyumbang wisman terbanyak ke Indonesia. Urutan pertama ada Malaysia dengan jumlah wisman 112.000 lebih, Australia sebanyak 99.000, kemudian disusul Singapura, Timor Leste, dan India.

BACA JUGA:   Baru 40 Persen Wisman Bayar Tarif Masuk Bali, Kemenparekraf Tingkatkan Sosialisasi

Meskipun pada Januari 2023 menunjukkan trend positif, Sandiaga, memprediksi akan terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman pada bulan-bulan sekarang. Pasalnya, saat ini Indonesia sedang memasuki masa low season di mana tempat-tempat wisata akan sepi dikunjungi oleh para wisatawan. 

“Memasuki low season ini, kita akan menyiapkan beberapa antisipasi terkait penurunan jumlah wisman. Kita akan melakukan mitigasi dengan berbagai pendekatan,” Sandiaga menambahkan.

Beberapa strategi yang telah disiapkan di antaranya adalah melakukan kerja sama dengan mitra wholesaler dan maskapai penerbangan untuk menawarkan promo menarik. Kemudian melakukan aktivasi program melalui famtrip hingga mendorong beberapa kegiatan internasional seperti ATF 2023, F1 Powerboat, serta WSBK yang baru selesai digelar. 

BACA JUGA:   Perubahan Iklim Memengaruhi Minat Traveling

“Ada juga program aktivasi melalui keikutsertaan pameran internasional terbesar seperti SATTE 2023 di India dan ITB Berlin di Jerman yang rencananya akan saya hadiri. Lalu ada roadshow investasi di Hong Kong juga. Harapannya akan lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara di masa low season ini,” ujarnya lagi.