redBus Tawarkan Pemesanan Tiket Bus secara Daring

Monday, 10 December 18   42 Views   0 Comments   Herry Drajat
redBus

Dari unsur 3A (amenitas, atraksi, dan aksesibilitas) yang menjadi kunci penting dalam industri pariwisata, aksesibilitas menjadi bagian penting dalam mendatangkan dan mendistribusikan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi-destinasi wisata. Untuk itu, pemerintah Indonesia menggandeng seluruh stakeholder industri transportasi untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada, seperti menambah jumlah penerbangan, menambah kapasitas bandara, perbaikan jalan, membuka rute baru, dan sebagainya.

Yang terbaru, perusahaan MakeMyTrip dari India melalui anak perusahaan redBus pada 3 Desember 2018 secara resmi masuk ke Indonesia. redBus merupakan platform pemesanan tiket bus antarkota dan bus shuttle online yang bisa diakses melalui internet maupun melalui aplikasi di ponsel.

Selain di Indonesia, perusahaan yang telah beroperasi sejak 2006 ini juga telah hadir di Singapura, Malaysia, Peru, dan Kolombia. Saat ini redBus telah melayani lebih dari 18 juta pelanggan serta menjual lebih dari 170 juta tiket bus.

Prakash Sangam, CEO redBus, mengatakan, “Setelah menyelesaikan berbagai permasalahan rumit yang dialami para pelanggan bus di berbagai negara, redBus diluncurkan di Indonesia dengan visi mengubah ekosistem bus dan shuttle di Indonesia, serta membuat hidup lebih sederhana bagi para pelanggan bus. redBus membantu mereka untuk memesan tempat duduk pada perjalanan yang mereka inginkan tanpa harus berdiri dalam antrean panjang di loket.”

Di Indonesia, saat ini lebih dari 110 perusahaan bus dan operator bus shuttle yang telah memberikan kepercayaan pada redBus untuk mendistribusikan tiket mereka secara online, terutama dari operator bus di Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti  Sinar Jaya, Pahala Kencana, Lintas, Xtrans, Nusantara, dan Sumber Alam.

“Pengguna bus telah memesan tiket bus dan shuttle pada lebih dari 1.400 rute yang menghubungkan lebih dari 150 kota di Indonesia. Pada akhir 2019 kami akan melipatgandakan jumlah mitra perusahaan otobus dan operator untuk memberikan pengguna lebih banyak pilihan, baik perusahaan bus maupun rute yang tersedia. Kami menargetkan lebih dari 200.000 kursi setiap harinya,” ujar Danan Christadoss, Country Head redBus di Indonesia.

Setelah menentukan titik pemberangkatan serta tujuan, pengguna akan mendapatkan pilihan berbagai operator bus yang melayani rute tersebut berikut harga tiket serta pilihan tempat duduk. Pembayaran dapat dilakukan dengan cara transfer melalui bank, di antaranya BCA, Mandiri, BNI, dan BRI. Cara lain untuk melakukan pembayaran adalah GoPay, melalui Alfamart, kartu kredit, dan kartu debit.

Pengguna akan memperoleh tiket bus melalui SMS langsung di gawai tanpa perlu mencetaknya. Pengguna juga dapat membaca ulasan dari sesama pengguna bus serta peringkat perusahaan otobus untuk menentukan pilihan penggunaan bus. Hal ini dapat membantu pengusaha otobus untuk meningkatkan pelayanan berdasarkan tanggapan pengguna.

Ke depannya, redBus juga akan dilengkapi fasilitas pemesanan bus untuk tujuan wisata secara rombongan maupun perorangan serta pemesanan bus khusus untuk aktivitas meeting seperti yang sudah dilakukan di India. Selain itu, juga akan diperkenalkan inovasi berbasis teknologi seperti navigasi ke terminal boarding dan panduan untuk melanjutkan perjalanan setelah tiba di terminal tujuan serta pelacakan bus langsung menggunakan GPS untuk membantu perusahaan otobus lebih efisien, menyediakan analisis pasar, dan solusi manajemen bagi perusahaan otobus.

“Kami percaya bahwa dengan komitmen, usaha, dan pengalaman global serta kemitraan yang dimiliki redBus, kami akan mampu menjadikan perjalanan dengan menggunakan bus menjadi lebih menyenangkan dan membantu mengembangkan pasar perjalanan bus di Indonesia,” tambah Danan.