Ketiga, setiap perusahaan harus memiliki tim yang solid dan kompak. Menurutnya, harus terjalin hubungan yang baik antara owner, manajemen, dan karyawannya di setiap kondisi yang ada.
“Tiga hal itu yang saya terapkan kepada kawan-kawan. Tidak perlu khawatir, kita harus tetap semangat dengan perubahan ini dan harus kita hadapi secara optimistis dan realistis,” ucapnya lagi.
Bahkan, menurutnya, hingga saat ini sisa tabungan perusahaannya masih mencukupi untuk menghidupi para karyawannya. Kendati demikian, cara ini tidak dapat dilakukan terus-menerus sehingga diperlukan cara lain untuk mendapatkan income perusahaan.
“Perusahaan jangan mantab (makan tabungan) terus karena tabungan itu pasti akan habis. Jadi, kita masih perlu income di sini,” ujarnya.
Menurutnya, mengandalkan bisnis di pameran dalam kondisi saat ini merupakan suatu hal yang mustahil dan sulit untuk terlaksana. Oleh karenanya, sejak awal pandemi ini menyerang Indonesia, pihaknya sudah memikirkan solusi terbaik untuk mendapatkan pemasukan.
Dengan kegigihannya, akhirnya PT Samudra Dyan Praga mendapatkan bisnis berupa penyewaan tenda untuk sebuah rumah sakit di Jakarta. Selain itu, pihaknya juga mendapatkan pemasukan melalui bisnis interiornya dan penggalian kabel fiber optik.
“Untuk bisnis interior, ada beberapa bank yang meminta kami untuk merenovasi kantornya dan dananya cukup besar. Sedangkan untuk penggalian kabel fiber optik ini memang agak jauh dari pameran, tetapi saat ini bisnis tersebut masih terus berjalan dan semakin dibutuhkan,” katanya.





