Jakarta, Venuemagz.com – Pemerintah Korea terus mengupayakan agar pariwisata negaranya semakin dikenal oleh dunia. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah dengan meluncurkan video promosi pariwisata global berformat film pada 15 Juli 2026.
Video promosi tersebut tercipta atas kerja sama apik dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea bersama Korea Tourism Organization (KTO). Dalam video tersebut menghadirkan aktor Park Bo Gum sebagai tokoh utama dan mengangkat Korea dalam balutan sebuah karya sinematik.
Memiliki citra yang hangat dan autentik, Park Bo Gum berhasil memperkenalkan pesona Korea kepada dunia. Oleh sebabnya, ia kembali dipercaya sebagai Duta Kehormatan Pariwisata Korea selama dua tahun berturut-turut melalui kampanye global pariwisata Korea 2026 bertajuk “Begin to Hear Korea”.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada pengalaman “melihat Korea”, kampanye tahun ini mengajak wisatawan untuk “mendengarkan Korea”. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam melalui unsur audio.
Konsep ini juga mengakomodasi tren perjalanan global Dailycation yaitu kecenderungan wisatawan untuk menikmati keseharian masyarakat lokal. Meskipun suara yang dihasilkan terdengar asing, namun suara tersebut berhasil memikat banyak wisatawan yang datang ke Korea.
Suara-suara yang dihasilkan biasanya berasal dari pengumuman di stasiun kereta bawah tanah, hiruk-pikuk pasar tradisional, hingga gemerincing angin di bawah atap Hanok. Semuanya ditampilkan secara detail dalam video ini sebagai bagian dari daya tarik Korea.
Dengan perubahan konsep ini, Park Bo Gum kini memerankan sutradara musik dalam video promosi tersebut. Bersama musisi asal Denmark, Christian Ki Dall, ia melakukan perjalanan menyusuri Korea, merekam berbagai suara khas dari berbagai tempat, kemudian merangkainya menjadi sebuah karya musik yang utuh.

Direktur Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office, Kim Jisun, mengatakan bahwa kampanye ini merupakan pendekatan baru yang dilakukan untuk mempromosikan pariwisata Korea. Kampanye ini mampu memperluas pengalaman berwisata di Korea yang semula hanya melihat Korea menjadi mengalaminya melalui suara.
Ia berharap, kampanye ini dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk merasakan Korea dengan cara yang baru dan lebih bermakna. Caranya dengan mendengarkan berbagai suara khas yang mencerminkan kehidupan sehari-hari dan budaya Korea.
“Kami ingin masyarakat Indonesia merasa penasaran dan antusias terhadap suara-suara yang merepresentasikan esensi Korea. Kami berharap rasa penasaran tersebut dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Korea dan menikmati pengalaman autentiknya secara langsung,” jelasnya.
Video promosi ini sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube VISITKOREA sejak tanggal 15 Juli 2026. Ke depannya, KTO juga akan memperluas penayangan video ini melalui berbagai platform seperti layanan OTT, saluran Smart TV, hingga sistem hiburan dalam pesawat.
Program Promosi Mendatang
Usai meluncurkan video promosi ini, KTO Jakarta telah menyusun berbagai kampanye dan program promosi lainnya untuk waktu yang akan datang. Program yang dihadirkan akan lebih inovatif, sejalan dengan perkembangan tren perjalanan wisata dan relevan untuk wisatawan Indonesia.
Salah satu program terdekat yang akan dihadirkan adalah “Korea Sound Journey” pada Oktober 2026 mendatang. Program ini diciptakan oleh KTO bersama Duta Kehormatan Pariwisata Korea sebagai upaya menghadirkan pengalaman film ke dalam perjalanan wisata nyata.
Program partisipatif ini terdiri dari berbagai kegiatan seperti Sound Walk yaitu menyusuri kawasan Seoul sambil menikmati beragam suara khas kota. Ada juga Sound Talk & Share yang merupakan sesi berbagi cerita perjalanan di Korea bersama Park Bo-gum.
Pada kesempatan ini, KTO mengajak para pemenang kuis “Park Bo-gum’s Sound Quiz Event” sebagai peserta program. Kuis ini telah diselenggarakan melalui kanal YouTube VISITKOREA bersamaan dengan peluncuran film.
“Melalui semua program ini, kami berharap dapat menyambut lebih banyak lagi wisatawan dari Indonesia untuk menemukan beragam pesona Korea,” tutup Kim Jisun.








