BerandaNewsMengubah Kawasan Tambang Menjadi Obyek Wisata

Mengubah Kawasan Tambang Menjadi Obyek Wisata

Published on

spot_img

Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, berupaya membenahi diri dalam mengembangkan industri pariwisata. Kota yang dahulu bertumpu pada sektor pertambangan batu bara ini semakin menggeliat untuk menata akomodasi, museum, tempat rekreasi, dan bangunan-bangunan tua di kota agar siap menyambut para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Kami ingin membuktikan kepada dunia bahwa kawasan tambang bisa disulap menjadi tempat pariwisata yang banyak diminati wisatawan ke depannya,” kata Efriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Sawahlunto.

BACA JUGA:  Inilah 5 Program Kemenpar Menghadapi Tourism 4.0

Efriyanto menuturkan, mata pencaharian masyarakat Sawahlunto dulunya adalah di industri pertambangan batu bara. Sekarang ini, masyarakat beralih profesi seiring kondisi tambang yang sudah tidak bisa diharapkan sehingga mereka memutuskan untuk berdagang, jasa usaha homestay, dan industri kerajinan.

Efriyanto menilai, perkembangan kota Sawahlunto menunjukkan tren yang signifikan terhadap industri pariwisata. Ia menyebutkan, setelah menggalakkan sektor pariwisata, Sawahlunto menjadi kota ketiga dengan angka kemiskinan terendah di seluruh Indonesia, setelah Tangerang Selatan dan Denpasar.

BACA JUGA:  Pengembangan MICE di Indonesia

“Tantangan terbesar adalah mengubah mindset masyarakat Sawahlunto agar bisa memberikan jasa atau pelayanan untuk para tamu wisata, dan kami ingin agar pariwisata Sawahlunto meningkat, untuk itu perlu gerakan bersih lingkungan dan ramah senyum,” ucap Efriyanto.

Efriyanto mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Sawahlunto pada tahun 2014 sebanyak 647.000 wisatawan, pada 2015 mencapai 810.000, dan tahun ini ditargetkan 1 juta wisatawan. Dari segi PAD, pada tahun lalu Sawahlunto menghasilkan Rp3,5 miliar, dan pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp4 miliar.

BACA JUGA:  Asia 20 Menjadi Platform Kolaborasi dan Inovasi MICE di Asia

Beberapa obyek wisata di Sawahlunto antara lain Lubang Mbah Soero, Museum Goedang Ransoem, Museum Kereta Api, Silo, dan Danau Biru. Rencananya, pemkot Sawahlunto juga akan membuat diorama Sawahlunto dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp3,5miliar.

Penulis: Ahmad Baihaki

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....