BerandaNewsInilah 5 Program Kemenpar Menghadapi Tourism 4.0

Inilah 5 Program Kemenpar Menghadapi Tourism 4.0

Published on

spot_img

Kementerian Pariwisata telah menyiapkan lima program agar industri pariwisata siap menghadapi perubahan pasar di era tourism 4.0.

“Saya yakin pasar sudah siap karena didominasi wisatawan milenial yang sudah digital, sedangkan industri masih perlu dipersiapkan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam  Rakornas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) II Tahun 2019 yang mengangkat tema “Curriculum & Training Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDI) Champion 4.0” di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Arief Yahya menjelaskan, belum siapnya industri pariwisata menghadapi tourism 4.0 terlihat dari masih banyaknya keluhan para pelaku usaha travel agent yang mempersoalkan fenomena online travel agent (OTA) serta bagaimana seharusnya menyikapi hal tersebut.

Perubahan itu menurut Arief, merupakan suatu keniscayaan karena saat ini perilaku pasar sudah berubah dan telah bergeser ke arah digital.

BACA JUGA:  Kunjungan Wisman Hingga Agustus 2017 Naik 25 Persen

“Dalam industri pariwisata perubahan customer behavior terlihat ketika melakukan ‘search and share’ yang 70 persen sudah melalui digital. Industri travel agent sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’ untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata. Semua sudah berubah dengan digital,” kata Arief Yahya.

Ia mengatakan, suka tidak suka industri pariwisata harus mengikuti perubahaan pasar yang bergeser ke digital tersebut. Dalam menghadapi perubahaan bisnis tersebut, hanya ada dua pilihan yakni menghadapi persaingan atau bekerja sama.

“Kalau yang pertama menjadi pilihan, industri pariwisata harus membuat platform berbasis online sendiri. Misalnya, Asita membuat asita.co.id. dan PHRI membuat bookingina.com, sedangkan jika pilihan kedua mau tidak mau harus berkerja sama dengan perusahaan online,” kata Arief Yahya.

BACA JUGA:  Visit Indonesia Year Ada Lagi?

Sementara itu dalam menghadapi tourism 4.0, Kemenpar telah menyiapkan 5 program besar (grand strategy) yakni Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0; Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0; 5 Technology Enabler; 9 Key Initiatives for Discipline Executions; dan Pentahelix Collaboration Approach.

Menpar Arief Yahya menyatakan grand strategy transformasi menuju tourism 4.0 tersebut sebagai upaya pengembangan wisata di Indonesia dan dikenal di mata dunia. 

“Kunci dalam grand strategy pariwisata era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia atau SDM dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM,”  katanya.

Penyelenggaraan Rakornas Pariwisata II Tahun 2019 dimaksudkan sebagai upaya mensinergikan seluruh kekuatan kepariwisataan nasional melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata agar dapat memenangkan kompetisi global di era industri 4.0.

BACA JUGA:  Sektor Pariwisata New York Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar US$74 Miliar

Rakornas II sebagai kelanjutan dari Rakornas I Kemenpar Tahun 2019 yang berlangsung di Hotel Sultan pada 28 Februari hingga 1 Maret 2019 dengan mengangkat tema ‘Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0:Transforming Tourism HR to Win The Global Competition in The Industry 4.0 Era”.

Dalam Rakornas I tersebut dihasilkan 6 program inisiatif yakni program pemetaan digital maturity di industri pariwisata di Indonesia; program pemetaan kompetensi, kurikulum, dan metode pembelajaran dan sertifikasi WIDT 4.0; program kerjasama link & match antara Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) dan industri di bidang pengembangan kompetensi digital.

Di samping itu program pengembangan dan pembinaan SDM desa wisata dengan PTNP, dan program kerja sama pengembangan startup pariwisata dan industri kreatif di berbagai destinasi wisata, serta program pengembangan dan pelatihan WIDI Champion.

spot_img

Asian Delight Jelajah Rasa Asia Dalam Satu Malam

Menyambut akhir pekan, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pengalaman kuliner yang penuh eksplorasi rasa bertajuk...

Mau Bidik Audien Profesional? Ini Strategi Event yang Terbukti Efektif

Jakarta, Venuemagz.com – Mengisi kursi penonton untuk konser, festival kuliner, atau event publik mungkin...

DXI 2026 Siap Digelar Akhir Bulan Ini dengan Ragam Aktivitas

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions siap menggelar pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI)...

ALLFood Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Perubahan Besar dalam Bisnis Kuliner Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com - ALLFood Indonesia 2026 resmi digelar pada tanggal 15–18 April 2026 di...