BerandaNewsMinat Belajar MICE Masih Minim

Minat Belajar MICE Masih Minim

Published on

spot_img

Potret kebutuhan SDM di bisnis MICE serupa dengan industri penerbangan nasional. Keagresifan pemesanan pesawat oleh maskapai penerbangan nasional tidak disertai dengan ketersediaan pilot. Dari sekitar 20 sekolah penerbangan nasional, rata-rata pilot yang dihasilkan setiap tahunnya hanya sekitar 400 orang. Padahal, agar kursi pilot tak diisi SDM asing, Indonesia setidaknya harus mampu mencetak 800 pilot per tahun.

Di industri MICE, ketersediaan SDM juga tidak berbanding lurus dengan kebutuhan industri. Dari sekitar 10 lembaga pendidikan MICE di Indonesia, SDM MICE yang dihasilkan setiap tahunnya tak lebih dari 500 orang. Sementara itu, jumlah perusahaan MICE lokal terus bertambah, pemain asing pun kian berekspansi ke Indonesia.

BACA JUGA:  PUTRI Siap Terapkan Protokol K4

Kelangkaan SDM di industri MICE ini bertolak belakang dengan tingkat pengangguran di Indonesia yang mencapai 7,24 juta orang. Andai saja minat masyarakat Indonesia untuk berkarir di bidang MICE tinggi, industri ini bakal mampu meringankan kerja pemerintah dalam menekan laju angka pengangguran.    

Sayangnya, minat masyarakat untuk berkiprah di industri yang sedang naik daun dan padat karya ini masih terbilang minim. Setidaknya itu tecermin di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Dari sekitar 1.500 calon mahasiswa, yang memilih program MICE hanya 12 orang (2010), 15 orang (2011), dan 22 orang (2012). “Meskipun trennya meningkat, persentase yang ingin mempelajari MICE masih kecil,” kata Dewa Gde Ngurah Byomantara, Ketua STP Nusa Dua Bali.

BACA JUGA:  Pemerintah Indonesia Perkuat Sektor Pariwisata dan MICE Bersama Jepang

Terkait dengan pelaksanaan pasar bebas ASEAN pada akhir tahun 2015, Organisasi Buruh Dunia (ILO) memperkirakan, kebutuhan SDM (termasuk MICE) di kawasan ASEAN akan mengalami pertumbuhan hingga 41 persen; pertumbuhan tenaga kerja di kelas menengah juga akan naik 22 persen dan kelas rendah sekitar 24 persen.

Menurut Wisnu Bawa Tarunajaya, Kepala Pusat Kompetensi Kepariwisataan & Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata, peluang itu akan terasa sulit dibidik apabila Indonesia tidak berbenah diri. Hal serupa disampaikan oleh Anang Sutono, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Keterbatasan SDM, menurut dia, merupakan persoalan darurat yang memerlukan solusi. Pasalnya, SDM merupakan faktor fundamental dengan kontribusi mencapai 26 persen.

BACA JUGA:  Malem Malem Publishing : Mengajak Paham Hak Moral dan Ekonomi Para Pencipta Lagu

Penulis: Siska Maria

Rayakan Tujuh Tahun Perjalanan, Novotel Jakarta Cikini Gelar Corporate & Media Gathering 

Jakarta, Venuemagz.com - Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-7, Novotel Jakarta Cikini menghadirkan Corporate...

Perayaan Hari Batik Nasional Digelar di Surabaya, Ini Rangkaian Acaranya

Surabaya, Venuemagz.com - Yayasan Batik Indonesia (YBI) bersama Komite Hari Batik Nasional 2026 akan...

Technogym Hadirkan Masa Depan Performa Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026

Jakarta, Venuemagz.com – TECHNOGYM menghadirkan pendekatannya terhadap performa, latihan, dan wellness di Indonesia Sports...

Archipelago Hotels Renovasi Rumah Singgah Pejuang Kanker di Surabaya

Surabaya, Venuemagz.com – Bagi anak-anak dan keluarga yang menjalani pengobatan kanker, rumah singgah bukan...

Rayakan Tujuh Tahun Perjalanan, Novotel Jakarta Cikini Gelar Corporate & Media Gathering 

Jakarta, Venuemagz.com - Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-7, Novotel Jakarta Cikini menghadirkan Corporate...

Perayaan Hari Batik Nasional Digelar di Surabaya, Ini Rangkaian Acaranya

Surabaya, Venuemagz.com - Yayasan Batik Indonesia (YBI) bersama Komite Hari Batik Nasional 2026 akan...

Technogym Hadirkan Masa Depan Performa Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026

Jakarta, Venuemagz.com – TECHNOGYM menghadirkan pendekatannya terhadap performa, latihan, dan wellness di Indonesia Sports...