BerandaNewsMinat Belajar MICE Masih Minim

Minat Belajar MICE Masih Minim

Published on

spot_img

Potret kebutuhan SDM di bisnis MICE serupa dengan industri penerbangan nasional. Keagresifan pemesanan pesawat oleh maskapai penerbangan nasional tidak disertai dengan ketersediaan pilot. Dari sekitar 20 sekolah penerbangan nasional, rata-rata pilot yang dihasilkan setiap tahunnya hanya sekitar 400 orang. Padahal, agar kursi pilot tak diisi SDM asing, Indonesia setidaknya harus mampu mencetak 800 pilot per tahun.

Di industri MICE, ketersediaan SDM juga tidak berbanding lurus dengan kebutuhan industri. Dari sekitar 10 lembaga pendidikan MICE di Indonesia, SDM MICE yang dihasilkan setiap tahunnya tak lebih dari 500 orang. Sementara itu, jumlah perusahaan MICE lokal terus bertambah, pemain asing pun kian berekspansi ke Indonesia.

BACA JUGA:  Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara pada 2017 Hanya 14,04 Juta

Kelangkaan SDM di industri MICE ini bertolak belakang dengan tingkat pengangguran di Indonesia yang mencapai 7,24 juta orang. Andai saja minat masyarakat Indonesia untuk berkarir di bidang MICE tinggi, industri ini bakal mampu meringankan kerja pemerintah dalam menekan laju angka pengangguran.    

Sayangnya, minat masyarakat untuk berkiprah di industri yang sedang naik daun dan padat karya ini masih terbilang minim. Setidaknya itu tecermin di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Dari sekitar 1.500 calon mahasiswa, yang memilih program MICE hanya 12 orang (2010), 15 orang (2011), dan 22 orang (2012). “Meskipun trennya meningkat, persentase yang ingin mempelajari MICE masih kecil,” kata Dewa Gde Ngurah Byomantara, Ketua STP Nusa Dua Bali.

BACA JUGA:  New Normal di Lotte Shopping Avenue

Terkait dengan pelaksanaan pasar bebas ASEAN pada akhir tahun 2015, Organisasi Buruh Dunia (ILO) memperkirakan, kebutuhan SDM (termasuk MICE) di kawasan ASEAN akan mengalami pertumbuhan hingga 41 persen; pertumbuhan tenaga kerja di kelas menengah juga akan naik 22 persen dan kelas rendah sekitar 24 persen.

Menurut Wisnu Bawa Tarunajaya, Kepala Pusat Kompetensi Kepariwisataan & Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata, peluang itu akan terasa sulit dibidik apabila Indonesia tidak berbenah diri. Hal serupa disampaikan oleh Anang Sutono, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Keterbatasan SDM, menurut dia, merupakan persoalan darurat yang memerlukan solusi. Pasalnya, SDM merupakan faktor fundamental dengan kontribusi mencapai 26 persen.

BACA JUGA:  Turki Luncurkan Program Pendaftaran Vaksinasi untuk Pekerja Pariwisata

Penulis: Siska Maria

Ho Chi Minh City Luncurkan Kampanye Vibrant Ho Chi Minh City untuk Tingkatkan Pengalaman Wisatawan

Ho Chi Minh City, Vietnam, Venuemagz.com -- Dinas Pariwisata Ho Chi Minh City meluncurkan...

KITA Championship Diluncurkan di KRISTA InterFOOD 2026, Buka Peluang Kolaborasi Industri Teh Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com – Industri teh Indonesia didorong untuk keluar dari batas konvensional sebagai produk...

Penang Berikan Dukungan Insentif bagi Organizer Internasional

Penang, Venuemagz.com -- Penang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dan warisan budaya...

Kompetisi Hospitality Meramaikan KRISTA InterFOOD 2026, IFBEC Dorong Standar Profesionalisme SDM

Tangerang, Venuemagz.com – Kompetisi hospitality menjadi salah satu agenda yang memberi warna berbeda pada...

Ho Chi Minh City Luncurkan Kampanye Vibrant Ho Chi Minh City untuk Tingkatkan Pengalaman Wisatawan

Ho Chi Minh City, Vietnam, Venuemagz.com -- Dinas Pariwisata Ho Chi Minh City meluncurkan...

KITA Championship Diluncurkan di KRISTA InterFOOD 2026, Buka Peluang Kolaborasi Industri Teh Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com – Industri teh Indonesia didorong untuk keluar dari batas konvensional sebagai produk...

Penang Berikan Dukungan Insentif bagi Organizer Internasional

Penang, Venuemagz.com -- Penang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dan warisan budaya...