Singapura, Venuemagz.com — Sebuah kasus pembunuhan fiktif kini menjadi pusat pengalaman wisata interaktif terbaru di Singapura. Mulai 21 Agustus 2026, pengunjung dapat membantu detektif legendaris Sherlock Holmes memecahkan misteri pembunuhan dalam “A Study in Red: The Official Sherlock Experience”, yakni permainan imersif yang berlangsung di kawasan Bugis Town.
Dikembangkan oleh studio game asal Singapura, HIDDEN, pengalaman berdurasi 90 menit ini dimainkan di area Bugis Junction, Bugis+, Bugis Street, serta lingkungan sekitarnya yang kaya akan sejarah dan warisan budaya.
Menurut penyelenggara, A Study in Red merupakan pengalaman Sherlock Holmes resmi pertama di dunia yang dimainkan langsung di lingkungan nyata. HIDDEN memperoleh lisensi eksklusif dari The Conan Doyle Estate untuk menghadirkan format ini dan meluncurkannya pertama kali di Singapura, bahkan sebelum London.
Richard Pooley, Direktur The Conan Doyle Estate, mengatakan bahwa proyek ini menjadi pengalaman Sherlock Holmes pertama yang dilisensikan untuk dimainkan di dunia nyata.
“Kami memilih HIDDEN melalui proses seleksi kompetitif sebagai mitra eksklusif untuk format ini. Sangat tepat bahwa peluncuran perdananya berlangsung di Singapura, sebelum London,” ujarnya.
Menggabungkan Misteri Sherlock dan Sejarah Bugis
Terinspirasi dari novel A Study in Scarlet, kisah yang pertama kali memperkenalkan Sherlock Holmes kepada dunia, permainan ini memadukan elemen detektif klasik dengan sejarah kawasan Bugis.
Lim Yee Hung, CEO HIDDEN, mengatakan bahwa proyek tersebut menggabungkan dua hal yang menjadi fokus perusahaannya, yaitu karakter Sherlock Holmes dan warisan budaya Singapura.
“Kami menggabungkan esensi cerita Sherlock Holmes dengan sejarah Bugis yang menarik namun belum banyak dikenal untuk menciptakan pengalaman baru yang tetap setia pada karya aslinya,” katanya.
Menggunakan Teknologi AR dan Lingkungan Virtual
Dalam permainan ini, peserta dapat bermain dalam tim beranggotakan hingga lima orang. Mereka akan mengikuti jejak petunjuk yang tersebar di seluruh Bugis Town untuk mengungkap kasus pembunuhan.
Sepanjang permainan, peserta akan:
- Menyelidiki lokasi kejahatan dengan teknologi augmented reality (AR)
- Menemukan bukti tersembunyi
- Menjelajahi lingkungan virtual 360 derajat
- Menerima panggilan dari karakter dalam semesta Sherlock Holmes
- Memanfaatkan rekaman CCTV untuk mengumpulkan informasi
Berbeda dari proyek-proyek HIDDEN sebelumnya yang menggunakan WhatsApp sebagai platform utama, A Study in Red menjadi permainan pertama yang dijalankan melalui aplikasi web khusus milik perusahaan.
Cara Baru Menjelajahi Bugis Town
Selain menghadirkan pengalaman hiburan, permainan ini juga mengangkat berbagai fakta sejarah tentang kawasan Bugis yang diperoleh dari penelitian arsip dan sumber sejarah lainnya.
Angela Wu, Centre Manager Bugis Town, mengatakan, permainan tersebut menawarkan cara baru bagi pengunjung untuk menjelajahi kawasan Bugis.
“Pengalaman ini mengubah area pusat perbelanjaan dan jalan-jalan di sekitarnya menjadi bagian dari misteri Sherlock Holmes, sekaligus mengajak pengunjung melihat Bugis dari sudut pandang yang berbeda,” ujarnya.
Menurut HIDDEN, meskipun kasus yang diselidiki bersifat fiksi, kisah yang diangkat dalam permainan tetap berakar pada sejarah nyata kawasan Bugis dan tokoh-tokoh yang pernah membentuk identitas wilayah tersebut.






