Perjuangan 28 Tahun, Garuda Wisnu Kencana Siap Jadi Magnet Dunia

Tuesday, 07 August 18 Nila Sofianty
Garuda Wisnu Kencana

Setelah melewati perjuangan panjang selama 28 tahun, akhirnya pada 4 Agustus 2018 patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) secara resmi selesai 100 persen pembuatannya dan siap menjadi ikon baru bagi Indonesia dan menjadi magnet dunia untuk datang ke Indonesia, khususnya ke Bali.

Acara syukuran peresmian selesainya patung ini ditandai dengan pergelaran seni bertajuk “Swadharma Ning Pertiwi” dengan menampilkan kolaborasi seni budaya, teknologi, kreativitas, dan sains. Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar RI I Gde Pitana, Direktur Utama PT Garuda Adhimatra Indonesia Harjanto Titohadiguno, dan Direktur Epson Indonesia Shimizu Tomoya.

Nyoman Nuarta mengatakan bahwa mahakarya ini merupakan milik rakyat Indonesia dan merupakan suatu kebanggaan yang dibagi dengan masyarakat kita, sebab ia merupakan persembahan bagi dunia. “Patung ini dibangun dengan semangat memberikan persembahan untuk negeri dari banyak pihak yang berbeda latar belakang profesi, suku, ras, ekonomi, dan agama, termasuk para sponsor yang memberi dukungan finansial, para tokoh yang berbeda profesi, seniman dan para pekerja yang berbeda keyakinan agama dengan warga Hindu Bali, bahkan ada beberapa yang dalam perjalanan 28 tahun telah terlebih dulu wafat,” ujar Nyoman Nuarta.

Dalam kesempatan itu juga I Gde Pitana mengungkapkan rasa penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak yang telah bekerja keras, mulai dari ide awal sampai terwujudnya GWK. “Banyak tokoh dari berbagai kalangan yang sangat berperan dalam proses panjang ini dalam berbagai aspeknya,” ujar Pitana.

Pitana juga mengatakan bahwa Garuda Wisnu Kencana akan jadi ikon baru Bali dan Indonesia, bukan saja mengandalkan pariwisata berbasis alam dan budaya, tapi juga berbasiskan pada kreativitas manusianya. Selain itu, keberadaan GWK dengan tinggi 121 meter atau total 271 meter jika dihitung dari permukaan laut menjadikan GWK sebagai salah satu patung tertinggi di dunia.

“GWK bisa menjadi identitas Bali dan Indonesia sebagaimana karya-karya sejenisnya, semisal Liberty di Amerika, Eiffel di Paris, Menara Pisa di Italia, dan lainnya,” ujar Pitana.

Pitana memprediksi bahwa dengan ikon baru ini maka kunjungan wisatawan akan terus meningkat ke Bali sehingga jargon “Jika belum datang ke GWK rasanya seperti belum ke Bali” akan bisa terjadi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari PT Garuda Adhimatra Indonesia sebagai pengelola Garuda Wisnu Kencana, dari total pengunjung GWK, sekitar 10,7 persen merupakan wisman. Pihaknya mencatat kunjungan wisman di Bali pada 2017 meningkat 16 persen menjadi 5.697.739 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4.927.937.

Dengan mempertimbangkan besarnya pertumbuhan kunjungan wisman tersebut dan adanya Garuda Wisnu Kencana yang mampu menarik wisman sekitar 1-2 juta tiap tahunnya, diperkirakan pertumbuhan kunjungan wisman pada tahun ini mencapai dua kali lipat atau mencapai 7,5 juta.

Sebelumnya, pada 31 Juli 2018, telah dilakukan pemasangan modul terakhir untuk menggenapi jumlah modul sebanyak 754 modul. Modul terakhir itu berupa kepingan tembaga kuningan pada bagian tertinggi dari ekor Garuda.