BerandaNewsSumba Lirik Bisnis MICE

Sumba Lirik Bisnis MICE

Published on

spot_img
spot_img

Pulau Sumba berupaya mengejar ketertinggalan dari daerah lain dalam mengelola pariwisata. Targetnya, pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dapat menangguk devisa dari turis mancanegara maupun nusantara. Menurut Marthen Ngailu Toni, Wakil Bupati Sumba Barat, persoalan utama di wilayahnya adalah amenitas yang tak sebanding dengan jumlah wisatawan yang datang.

“Untuk jumlah kunjungan wisman terus tumbuh positif, ada yang dari Eropa, Amerika, Australia, Cina, dan Jepang,” kata Marthen.

Meskipun begitu, wisatawan domestik maupun mancanegara tetap menikmati perjalanannya dengan melihat alam dan budaya di Pulau Sumba. “Mereka menikmati Sumba apa adanya, dan tetap ingin berlibur melihat alam dan budaya meskipun minim penginapan,” ungkap Marthen.

BACA JUGA:  Pelaku Industri MICE Harus Lebih Berani Bidding ke Luar Negeri

Hotel berbintang yang sudah beroperasi di Sumba ada dua, salah satunya adalah Nihiwatu yang merupakan resor terbaik di dunia selama dua tahun berturut-turut versi majalah Travel+Leisure. Menurut Marthen, investor yang mengajukan izin pembangunan hotel ada empat, yakni untuk hotel berbintang 4 dan 5. Dari empat hotel itu, satu hotel telah beroperasi. Sementara untuk hotel kelas melati ada sekitar tujuh hotel dengan kapasitas di atas 30 kamar. Investor yang akan membangun hotel maupun resor berasal dari Amerika, Inggris, dan Prancis. Mereka mengajukan perizinan untuk membangun hotel di kawasan selatan Sumba Barat.

BACA JUGA:  Datascrip Hadirkan Printer Delapan Warna Untuk Cetak Foto Berkualitas

Pulau Sumba memiliki empat kabupaten dengan luas 10.710 kilometer persegi. Sepanjang 2017, ada 17 investor yang tertarik untuk membangun resor dan hotel di Sumba. “Sejauh ini perkembangannya sudah berjalan, ada yang sudah beroperasi dan ada pula yang sedang tahap pembangunan,” katanya.

Marthen menyebutkan, yang dijual di Sumba untuk sektor pariwisata adalah potensi keindahan alam dan budaya. Selain itu, Sumba juga membuka peluang untuk sektor MICE.  “Latar belakang mengapa Sumba ingin mengembangkan sektor MICE karena pemerintah daerah berusaha menata semua obyek wisata yang ada di Sumba. Untuk menjual wisata diserahkan kepada swasta yang mempunyai kompetensi untuk membangun sektor MICE dan pariwisata di Pulau Sumba,” ujar Marthen.

BACA JUGA:  IKKON 2017, Wadah Belajar bagi Industri Kreatif Daerah

Ia menambahkan, pariwisata Sumba bisa berkembang dengan sektor MICE. Pemerintah daerah akan mendorong agar Sumba Siap dengan infrastruktur pendukungnya. “Kami juga akan mengundang para pemilik modal untuk investasi, khususnya untuk sektor pariwisata dan MICE di Sumba,” ungkap Marthen.

Mengenai infrastruktur, Sumba masih perlu dikembangkan, seperti jalan, jembatan, luas bandara, hingga fasilitas sektor MICE seperti pembangunan hotel dan ruang pertemuan. Marthen berharap, dengan meningkatnya pariwisata dan sektor MICE akan membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat Sumba yang sebagian besar bekerja sebagai petani.

spot_img
spot_img
spot_img

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Ijen Siap Jalankan Revalidasi UNESCO Global Geopark 

Banyuwangi, Venuemagz.com - Fenomena blue fire (api biru) danau Kawah Ijen terbukti ampuh menyedot...

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...

HKTB Luncurkan Kampanye Pariwisata Global Only in Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Dalam rangka memberikan pengalaman destinasi yang unik, Hong Kong Tourism...

Accor Memperingati Hari Anak Nasional Melalui ATFAC Family Fun Walk di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Accor memperingati Hari Anak Nasional Indonesia melalui kegiatan ATFAC Family Fun...