BerandaNewsBiro Perjalanan Insentif Wajib Patuh Pedoman CHSE

Biro Perjalanan Insentif Wajib Patuh Pedoman CHSE

Published on

spot_img

Biro perjalanan insentif era pandemi tak hanya berperan memilih destinasi atau menyiapkan program kegiatan yang unik, namun juga memastikan penerapan CHSE sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengeluarkan panduan dan sertifikasi CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability, guna mendukung industri pariwisata dan pelaku MICE menjalankan kegiatannya selama pandemi COVID-19.

Panduan ini diharapkan menjadi pedoman pelaku industri MICE termasuk para penyelenggara perjalanan insentif agar kegiatan bisa berlangsung aman dan tetap mengedepankan faktor kesehatan peserta kegiatan.

Bagi penyelenggara perjalanan insentif, setidaknya ada lima aturan yang mesti dipatuhi, antara lain:

1. Memberikan pengarahan dan pelatihan tentang Panduan Pelaksanaan Kesehatan, Kebersihan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan, serta standar operasional prosedur (SOP) perjalanan insentif kepada para pemandu yang menangani kegiatan insentif.

2. Menyediakan hand sanitizer yang cukup dan perlengkapan P3K untuk peserta selama perjalanan.

3. Menyediakan perlengkapan kesehatan dan keselamatan diantaranya masker, face shield, dan sarung tangan untuk dibawa atau digunakan oleh pemandu selama bekerja.

BACA JUGA:  Bali Catatkan Rekor Kunjungan Wisman

4. Menyediakan kontak darurat atau informasi fasilitas medis dan rumah sakit rujukan dalam upaya penanganan orang teridentifikasi atau terpapar COVID-19 di daerah pelaksanaan kegiatan.

5. Mewajibkan para pemandu untuk:

· Memastikan diri memiliki suhu tubuh kurang dari 37,3 C sebelum memandu para tamu.

· Memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

· Membuat laporan aktivitas kerja.

· Mengingatkan peserta atau tamu untuk jaga jarak fisik minimal 1 meter selama kegiatan berlangsung.

· Memberikan penanganan yang sesuai dengan Panduan Pelaksanaan Kesehatan, Kebersihan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan apabila terdapat peserta atau tamu yang menunjukkan gejala COVID-19.

Di luar panduan CHSE tersebut, masih banyak komponen terkait protokol kesehatan lain yang wajib dipenuhi biro perjalanan insentif.

Memang menambah tugas dan keribetan, tapi tujuannya jelas, agar perjalanan nyaman dan aman, serta tidak menjadi klaster baru penularan COVID-19.

English

Incentive Travel Agencies Must Comply with CHSE Guidelines

During this pandemic, incentive travel agencies not only play a role in choosing destinations or preparing distinctive programs, but also have to make sure that CHSE implementation is in accordance with the regulations.

The Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) has issued CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) guidelines and certification to support the tourism industry and MICE people in carrying out their activities during the COVID-19 pandemic.

BACA JUGA:  Multitasking Agar Lebih Produktif

These guidelines hopefully can help people in the MICE industry including incentive travel agencies so that activities can take place safely while continuing to prioritize participants’ health.

For incentive travel agencies, there are at least five rules including:

  1. To provide guidance and training on the CHSE guidelines as well as standard operating procedures (SOP) for incentive trips to the guides who handle incentive activities.
  2. To provide adequate hand sanitizer and first aid kits for participants during a trip.
  3. To provide health and safety equipment including masks, face shields, and gloves for travel guides to bring or wear while on duty.
  4. To provide emergency contacts or information on medical facilities and referral hospitals in an effort to handle people identified or exposed to COVID-19 in the area of implementation.
  5. To require travel guides to:
BACA JUGA:  Sarawak Garap Corporate Meeting dan Incentive Travel pada 2021

● Make sure their body temperatures are below 37,3 C before serving the guests.

● Wear a mask, face shield, and gloves.

● Make work activity reports.

● Remind participants or guests to maintain a physical distance of at least 1 meter during activities.

● Provide appropriate treatment according to CHSE guidelines if there are participants or guests who show COVID-19 symptoms.

Apart from the CHSE guidelines, there are still other components related to health protocols that must be fulfilled by incentive travel agencies.

It does add to the task and hassle, but the goal is clear, for travelling can be comfortable and safe while also avoiding becoming a new cluster of COVID-19 transmission.

spot_img

Samara Lombok Menjadi Destination by Hyatt Pertama di Asia Tenggara

Lombok, Venuemagz.com -- Samara Lombok baru saja mengamankan investasi penting dari Westgrove. Dengan demikian,...

FLOII Expo 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan Program yang Lebih Luas dan Kolaboratif

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions resmi meluncurkan Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026....

Musisi Muda Bernadya hingga Idgitaf Siap Meriahkan Panggung Indonesia Women 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Untuk pertama kalinya, Indonesia Women Fest 2026 akan digelar. Acara persembahan...

ARTOTEL Sanur Bali Hadirkan Promo Staycation dan Kuliner Plant-Based

Bali, Venuemagz.com – ARTOTEL Sanur Bali, hotel butik bertema seni dan gaya hidup di...

MICE.ID: Solusi Terintegrasi Untuk Para Organizer

Platform MICE.ID akan hadir dengan berbagai fitur yang memudahkan organizer menyelenggarakan sebuah acara. Mulai...

Kemenparekraf Gelar Roadshow MICE.id di Lima Kota Besar

Industri MICE terbukti memberikan dampak yang sangat tinggi terhadap perekonomian suatu negara. Berdasarkan data...

Platform MICE.id akan Dilengkapi dengan Tur Virtual Ruang Meeting

Industri MICE terbukti memberikan dampak yang sangat tinggi terhadap perekonomian suatu negara. Berdasarkan data...