Traveloka Kebanjiran Permintaan Refund dan Reschedule

Monday, 06 April 20 Bonita Ningsih
traveloka

Masifnya penyebaran COVID-19 membuat banyak orang membatalkan perjalanannya. Hal ini juga berdampak terhadap pelaku bisnis yang bergerak di bidang penyediaan layanan perjalanan. Salah satu yang terdampak ialah Traveloka, sebuah perusahaan teknologi penyedia layanan perjalanan dan gaya hidup berbasis digital.

Dionisius Nathaniel, Chief Marketing Officer Traveloka, mengatakan, sejak Februari 2020 sudah banyak pembatalan atau atur ulang perjalanan yang dilakukan oleh pengguna Traveloka.

Dionisius mengungkapkan, Traveloka mengalami peningkatan drastis untuk permintaan bantuan dari para pengguna terkait perjalanannya. Banyak pengguna yang mengajukan refund ​dan ​reschedule ​tiket pesawat dan hotel​ karena adanya pandemi COVID-19​ di beberapa negara dunia.

Melihat situasi seperti ini, tim Customer Operations Traveloka mendapatkan banyak permintaan melalui telepon, email, aplikasi, media sosial, maupun kanal lain yang diajukan oleh pengguna Traveloka di berbagai negara. Tim Customer Operations Traveloka melayani hingga ribuan permintaan bantuan di setiap menitnya sejak wabah COVID-19 mulai berkembang.

“Volume ini mencapai 10 kali lipat dibandingkan dengan situasi normal,” ujar Dionisius.

Meskipun masih mampu melayani ribuan permintaan bantuan setiap menitnya, Traveloka memiliki kendala di dalamnya. Menurutnya, saat ini banyak perbedaan informasi yang diterima oleh penggunanya dari apa yang sudah disampaikan Traveloka dan para mitra Traveloka.

Halaman : 123