Oleh karena itu, dalam upaya memastikan transparansi informasi, Traveloka mengimbau seluruh penggunanya agar senantiasa melakukan pengecekan secara berkala. Pahami syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh masing-masing mitra serta memastikan ketentuan yang tertera pada ​e-voucher yang dimiliki pengguna.
“Sebagai platform pemesanan online, kami selalu mengikuti kebijakan yang ditentukan oleh para mitra,​ termasuk maskapai, hotel, dan yang lainnya,” ungkapnya lagi.
Adapun kebijakan yang telah ditetapkan oleh mitra ​merupakan dasar utama Traveloka dalam melakukan berbagai tindakan. Misalnya saja terkait prosedur ​refund atau reschedule yang diminta oleh para pengguna.
Sementara itu, untuk pengajuan permintaan bantuan dengan situasi dan kondisi khusus, Traveloka akan mengirimkan eskalasi terpisah kepada ​mitra terkait untuk kemudian dievaluasi dan dipertimbangkan lebih lanjut secara bersama.
“Kami ingin menyampaikan permintaan maaf kepada para pengguna atas ketidaknyamanan yang dialami saat melakukan permintaan bantuan kepada Traveloka. Saat ini, kami tengah memperkuat layanan konsumen agar dapat melayani pengguna dengan lebih baik,” ucap ​Dionisius.
Lebih lanjut Dionisius juga menyampaikan bahwa dalam kondisi seperti ini kerja sama berbagai pihak sangat dibutuhkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi perbedaan informasi yang diterima oleh para pengguna Traveloka.






