UNWTO Luncurkan Aplikasi World Tourist Identification

Monday, 29 June 20 Herry Drajat

Saat ini banyak negara di seluruh dunia mulai melonggarkan aturan di industri pariwisata yang sebelumnya dibuat untuk mengurangi penyebaran pandemi COVID-19. UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia) menyambut baik langkah ini. Restarting sektor pariwisata yang bertanggung jawab menurut UNWTO sangat penting untuk menjaga kepercayaan industri pariwisata di masa yang tidak pasti ini.

Untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan lancar di tengah pandemi COVID-19, UNWTO bermitra dengan Wanderlust World meluncurkan aplikasi World Tourist Identification. Aplikasi tersebut merupakan satu dari banyak solusi yang dikembangkan untuk mempertemukan permintaan baru dari para wisatawan dengan destinasi yang menjadi tujuan. Hal ini merupakan salah satu dari sejumlah inisiatif UNWTO untuk mendorong pemulihan pariwisata.

Aplikasi ini memungkinkan wisatawan untuk membawa salinan digital dokumen-dokumen utama di satu tempat. Ini akan membuat identifikasi kedatangan wisatawan lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman. Aplikasi ini juga dirancang untuk mengurangi risiko penipuan dan pencurian identitas.

Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UNWTO, mengatakan, “Restarting tourism membawa peluang bagi jutaan orang, terutama mereka yang mata pencahariannya bergantung pada sektor ini. Restart harus dikelola dengan hati-hati dan bertanggung jawab serta menjadikan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama dengan memanfaatkan inovasi secara maksimal.”

Menurut Pololikashvili, aplikasi World Tourist Identification dapat digunakan untuk memfasilitasi perjalanan lintas batas internasional, membangun kepercayaan industri pariwisata, dan fondasi penting untuk pemulihan.

Sejak awal krisis, UNWTO telah mempromosikan kekuatan inovasi untuk membantu mengurangi dampak COVID-19 pada pariwisata dan mempersiapkan sektor ini untuk pulih lebih baik dan lebih kuat. Kemitraan dengan Wanderlust World dibangun sebagai salah satu implementasi dari program “UNWTO Healing Solutions for Tourism Challenge” yang berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 aplikasi yang dibuat oleh inovator dari 100 negara.