Bagi pencinta kuliner dan sedang berwisata ke daerah Banyumas, wajib mencoba salah satu makanan unik yang ada di Restoran Oemah Nyangku, Desa Karangsalam, Kecamatan Baturaden. Restoran yang berada dekat dari kawasan wisata Baturaden ini menyajikan makanan tradisional Banyumas yang menggunakan daun nyangku sebagai alas makannya.
Bryan Yoga, pemilik Restoran Oemah Nyangku, mengatakan, nyangku adalah daun yang diambil dari tanaman sejenis anggrek tanah yang banyak tumbuh di hutan kaki Gunung Slamet. “Zaman dulu daun nyangku dipakai untuk bungkus makanan pada acara adat, seperti selametan (kenduren), tetapi sekarang sudah punah, sudah tidak ada yang pakai lagi, digantikan kertas maupun plastik,” kata Yoga.
Dengan tujuan menghidupkan kembali kearifan lokal, Yoga yang berpengalaman selama 10 tahun bekerja sebagai chef di beberapa restoran di kota Purwokerto, Jakarta, dan Bali ini mendirikan rumah makan Oemah Nyangku pada tahun 2014. Selain melalui cara unik menggunakan daun nyangku sebagai alas makan, Yoga juga mengangkat kuliner tradisional khas desanya untuk ditawarkan pada para pencinta kuliner tradisional.
“Yang dijual Oemah Nyangku adalah suasana pedesaan, pemandangan alam, dan menu lokal,” ujar Yoga.
Menu paket Nasi Nyangku adalah paket nasi yang disajikan bersama oseng (tumis) pakis (sejenis tanaman paku-pakuan), oseng kamijara (sereh), dan tempa bacem yang disajikan dengan alas dua lembar daun nyangku yang disusun silang dan menggunakan piring dari rotan sebagai tatakan. Pakis yang digunakan sebagai bahan memasak adalah daun pakis yang masih muda, sementara oseng/tumis kamijara adalah oseng tempe yang dicampur kamijara (sereh) muda.
Paket Nasi Nyangku yang ditawarkan ada dua, yaitu Nasi Nyangku Daging seharga Rp22.000 dan Nasi Nyangku Ayam seharga Rp17.000. Daging yang disajikan adalah ‘dendeng ragi’, yakni daging sapi goreng yang ditaburi parutan kelapa yang digoreng bersama dengan bumbu, sementara ayam goreng yang disajikan adalah ‘ayam burus’, yaitu ayam goreng bumbu dengan bumbu khusus dan ditaburi batang kecombrang/honje (Etlingera elatior) yang ditumbuk halus dan digoreng beserta rempah-rempah.
Selain oseng pakis dan kamijara, Oemah Nyangku juga menyediakan beberapa jenis oseng/tumis, di antaranya oseng gendot/genjer, oseng kucar dage, dan pecak jantung (jantung).
“Semua hidangan kami masak dengan rempah-rempah asli Desa Karangsalam yang kami tanam sendiri, demikian juga dengan sayuran adalah hasil dari kebun sendiri,” ujar Yoga.
Selain makanan, Oemah Nyangku juga memiliki minuman khas wedang honje, yaitu minuman berbahan baku ekstrak honje atau buah kecombrang yang disajikan hangat, dan dipercaya sebagai obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Restoran Oemah Nyangku terletak di lereng selatan gunung Slamet, berjarak sekitar 17 km dari Purwokerto. Untuk menuju ke restoran ini cara paling mudah adalah menggunakan kendaraan sendiri melalui Lokawisata Baturaden. Setelah memasuki area wisata Baturaden, ambil arah ke kanan menyusuri jalan menuju Telaga Sunyi/Baturaden Adventure Forest (BAF), tepat di samping Hening Griya ambil jalan yang ke kanan sejauh sekitar 500 meter menuju lokasi.






KOMENTAR
0