Polda Bali Turunkan 1.800 Personel Untuk Mengamankan Bali New Normal

Tuesday, 07 July 20 Harry Purnama

Diumumkannya kawasan Nusa Dua Bali sebagai pilot project wisata new normal membuat pemerintah provinsi Bali menyiapkan segala kebutuhannya. Selain menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, saat ini Pemprov Bali sedang menggelar simulasi pelaksanaan protokol kesehatan di kawasan Nusa Dua.

Dalam hal ini, Pemprov Bali mengajak berbagai pihak untuk menyambut era new normal di Bali, khususnya kawasan Nusa Dua. Salah satu pihak yang terlibat di dalamnya ialah satuan tugas Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Tugasnya ialah mengawasi jalannya simulasi pelaksanaan protokol kesehatan yang masih dilakukan di kawasan Nusa Dua.

“Kami siap mendukung Pemprov Bali untuk melakukan pembukaan kegiatan pariwisata di sini. Kami juga siap membantu di semua sektor yang ada di Bali selama 24 jam,” kata Djoko Prihadi, Kepala Biro Operasi Polda Bali.

Djoko menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menggelar operasi keamanan yang dinamakan “Aman Nusa Dua”. Selain mengawasi jalannya simulasi, operasi ini dilakukan sebagai dukungan penuh Polda Bali terkait penanganan kasus COVID-19.

“Tahapan jelang era baru ini, kami bersama pelaku sektor pariwisata lainnya melakukan simulasi bersama-sama tentang protokol kesehatan dan keamanan. Kami sebagai tim pengamanan sudah melakukan kegiatan ini secara rutin hingga sekarang,” ujar Djoko.

Dalam operasinya ini, Polda Bali telah menyiapkan 1.800 personel untuk mengamankan semua sektor menjelang era new normal. Djoko dan seluruh jajarannya di Polda Bali akan mengawasi simulasi mulai dari penjemputan di Bandara hingga wisatawan kembali ke daerahnya masing-masing.

Menurutnya, simulasi yang dilakukan mengacu pada protokol kesehatan yang telah dibuat secara bersama-sama oleh tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19. Program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah diterapkan ke dalam protokol kesehatan tersebut.

Selain mengawasi jalannya simulasi, Polda Bali juga melakukan penjagaan di seluruh pelosok daerah di sana. Dalam pelaksanaannya, Polda Bali berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di setiap daerah, seperti pemerintah setempat atau pemangku adat di desa. Hal ini dilakukan agar wisatawan domestik maupun mancanegara merasa aman saat berada di Bali.

“Kami ingin wisatawan yang datang ke sini dapat menikmati keindahan Pulau Dewata dengan aman dan nyaman. Bali ini menjadi salah satu destinasi wisata incaran para wisatawan sehingga menjadi aset negara yang perlu dijaga,” jelasnya lagi.

Rencananya, pembukaan pariwisata di Bali dijadwalkan pada 31 Juli 2020, dengan pilot project wisata new normal di kawasan Nusa Dua. Kabar tersebut telah disampaikan oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, saat menghadiri webinar Road Map to Bali’s Next Normal sesi kelima secara virtual.