Ballroom Indraprasta Sahid Jaya Yogyakarta Hotel & Convention, Ikon Baru MICE Jogja

Tuesday, 01 January 19 Venue

Sahid Group merombak total Sahid Raya yang berusia 37 tahun menjadi hotel MICE paling prestisius. Metamorfosis itu melahirkan Sahid Jaya & Convention dengan ballroom berkapasitas hingga 3.000 orang.

Saat bisnis hotel sedang redup, Sahid Group mengambil langkah berani merombak Hotel Sahid Raya di Babarsari. Perombakan yang mendekati akhir pada Agustus 2017 ini mengubah hotel bintang empat itu menjadi bintang lima. Hotel ini terhubung dengan mal J-Walk lifestyle dan memiliki ballroom seluas 1.600 meter persegi yang lega untuk 3.000 delegasi konvensi dan 6.000 penonton konser.

Ballroom ini kami namai Indrapasta, sebuah kerajaan yang diperintah oleh Pandawa Lima dalam epos Mahabarata yang populer di kalangan masyarakat Jawa dan India,” ujar S. Wardoyo, General Manager Kawasan Sahid Yogya Lifestyle City dan Sahid Jaya Yogyakarta Hotel & Convention.

Renovasi total itu meliputi banyak hal, di antaranya meningkatkan standar 80 kamar lawas Sahid Raya menjadi bintang lima. Sementara 540 lainnya adalah kamar baru, untuk menunjang Hotel Sahid Jaya sebagai destinasi MICE. Perombakan lainnya adalah pembangunan J-Walk yang terintegrasi dengan hotel. Mal ini memiliki tenant yang menunjang gaya hidup urban, kuliner, karaoke, hingga gedung bioskop.

Harapannya, para delegasi atau para tamu bisa menikmati hiburan yang terintegrasi, sebelum mengeksplorasi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan berbagai destinasi wisata di jantung Jogja. Selain itu, mal ini dilengkapi air mancur menari yang berhias lampu warna-warni.

BACA JUGA:   Bekasi Miliki Convention Hall Berkapasitas 2.000 Orang

“Kami juga membangun Taman Butterfly yang didedikasikan untuk para pelajar. Lokasinya di antara hotel baru dengan yang lama. Taman ini nantinya memamerkan metamorfosis kupu-kupu, dari ulat, kepompong menjadi kupu-kupu yang indah,” ujar Yoyok.

Grup Sahid memang menjadikan Hotel Sahid Jaya sebagai proyek MICE prestisius dan bakal menjadi hotel MICE terbesar di Jawa Tengah. Coba melongok Indrapasta Ballroom. Dengan tinggi langit-langit mencapai 12 meter tanpa pilar—dan bisa dibagi menjadi tiga ballroom yang lebih kecil—memungkinkan  penyelenggara konvensi, pameran, dan promotor membuat panggung spektakuler ataupun stan berdesain spesial. Meskipun berada di lantai dua, Indrapasta merupakan gedung atau bangunan yang kokoh.

Kendaraan berat, seperti mobil SAR, bisa dipajang di dalam ballroom – merujuk pada konvensi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) – yang dihadiri 4.000 orang. Bahkan truk pengangkut kendaraan BNPB bisa memasuki area ballroom, yang membuat loading barang menjadi mudah. Selain itu, ballroom itu juga memiliki loading dock selebar 6 meter dengan tinggi 3 meter.

Untuk breakthrough, Indrapasta didukung ruang-ruang meeting berkapasitas mulai 20-200 orang berjumlah 14 ruang. Selain itu terdapat selasar yang bisa dijadikan ruang pameran atau jamuan bagi peserta konvensi. Untuk akses, Indrapasta Ballroom bisa dijangkau dari lobi dengan menggunakan tangga atau eskalator dan dari mal. Akses lainnya adalah koridor yang menghubungkan bangunan hotel yang baru dengan ballroom.

Menggabungkan Tradisi dengan Unsur Modern

BACA JUGA:   Menangkap Pasar Virtual dan Hybrid Event

Sebagai ruang konvensi yang berada di dalam hotel, Indrapasta merupakan cermin dari tagline hotel “Where Tradition, Culture and Services Merged”. “Layanan itu dapat dilihat dari seluruh kru yang berupaya keras agar event Anda sukses, dan melayani penyelenggara event, pameran, dan konvensi dengan baik dan sepenuh hati,” ujar Yoyok.

Layanan yang terbaik juga diwujudkan dengan berapa pun biaya yang dimiliki penyelenggara, Sahid Jaya berupaya agar event itu terlaksana. “Kami mengambil margin tipis namun dengan sistem kontrak, untuk memudahkan kami memasang target dalam pemasaran,” imbuh Yoyok.

Dari sisi desain interior, Sahid Group memang beken dengan budaya Jawa yang kental pada hotel-hotel yang mereka miliki. Namun tradisi dan budaya ini berpadu kuat dengan detail yang berkesan modern dan elegan. Warna cokelat tua dipadukan warna-warna putih dan krem, dan berbagai warna pastel yang menyiratkan kelembutan budaya Jawa namun dinamis.

Kesan penggabungan dua elemen itu muncul pada detail lantai. Lantai atau porselen Hotel Sahid Jaya hingga selasar, terdapat batik motif truntum berpadu dengan porselen berwarna cerah. Masyarakat Jawa menganggap motif truntum sebagai hal yang sakral, mengenai cinta yang bersemi kembali. Kecantikan atau bunga bisa layu, maka manusia harus menjaganya agar kembali tumbuh dan berbunga sepanjang waktu. Itulah makna motif truntum.

BACA JUGA:   Perluas Lahan, Pusat Konvensi Melbourne Tetap Beroperasi

Batik truntum memiliki pola yang halus dan sederhana. Bermotif seperti taburan bunga-bunga abstrak kecil, atau menyerupai kuntum bunga melati di atas bidang segi empat. Terkadang berbentuk seperti bintang yang bertaburan di langit. Biasanya menggunakan warna hitam sebagai dasar.

“Kami memadukan truntum dengan detail-detail modern untuk menghadirkan suasana yang elegan dan dinamis,” ujar Marketing Communication Sahid Jaya Yogyakarta Hotel & Convention, Setyowati. Detail wayang semisal Kresna dan Pandawa Lima hadir nyaris di setiap ruang. Selain itu perabot yang minimalis modern itu selalu dipertemukan dengan detail ukiran Jawa secara minor, membuat hotel ini pas untuk generasi milenial dan senior.

Untuk perhelatan musik, Indrapasta Ballroom terbilang mumpuni. Gedung ini memiliki daya pantul yang lemah sehingga menciptakan resonansi yang bagus untuk konser musik. Kedap suaranya juga mampu meredam gelegar musik sehingga tak mengganggu para tamu.

Dengan berbagai keunggulannya, tak mustahil Sahid Jaya Yogyakarta Hotel & Convention menjadi ikon industri meeting di Yogyakarta pada masa depan.