Gudang Produksi Uang Disulap Menjadi Ruang Kreatif

Wednesday, 05 June 19 0 Comments   Harry Purnama
M Bloc

Jakarta sebagai ibu kota memiliki beragam potensi kreatif yang unik dan memukau di berbagai bidang. Namun, permasalahan yang selalu ada dari tahun ke tahun adalah nyaris tidak adanya ruang yang memadai untuk menampilkan karya-karya terbaik anak bangsa ke hadapan publik. Untuk itu, Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Peruri) bekerja sama dengan Ruang Riang Milenial menghadirkan sebuah creative hub multifungsi bernama M Bloc.

Proyek M Bloc ini akan mengalihfungsikan lahan seluas 6.500 meter persegi di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, milik Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Peruri) yang awalnya berfungsi sebagai kompleks perumahan karyawan dan gudang tempat produksi uang yang sudah tidak beroperasi.

Sebanyak 16 unit bekas rumah karyawan bergaya post-colonial berlantai dua yang telah eksis sejak dekade 1950-an ini akan dimanfaatkan oleh berbagai tenant ternama dalam negeri yang bergerak di bidang usaha kuliner, musik, film, animasi, seni rupa, kriya, hingga co-working space. Sementara dua unit gudang bekas tempat produksi uang berukuran sekitar 900 meter persegi yang berada di bagian dalam akan disulap menjadi lounge dan venue berkapasitas 350 orang yang digunakan untuk konser musik serta pertunjukan seni lainnya.

Lokasi M Bloc sangat strategis dan mudah dijangkau oleh beragam jenis transportasi publik, sebab berdekatan dengan kawasan niaga dan pusat perbelanjaan Blok M yang sekaligus diapit oleh dua stasiun MRT, yaitu Stasiun Blok M dan ASEAN. Pada sisi kiri bersebelahan dengan Terminal Bus Blok M dan pada sisi kanan terdapat terminal bus TransJakarta Koridor 13 yang melayani rute Ciledug-Tendean.

Perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak (Peruri dan PT Ruang Riang Milenial) terkait proyek M Bloc telah ditandatangani pada 17 Mei 2019) oleh Nungki Indraty selaku Direktur Keuangan Peruri dan Handoko Hendroyono selaku Direktur Utama PT Ruang Riang Milenial.

“Proyek ini merupakan bagian dari optimalisasi aset Peruri yang selama ini idle, dan tawaran kerja sama ini sangat menarik karena mengusung tema kreatif untuk pemberdayaan generasi milenial. Saat ini generasi milenial di Peruri terbilang tinggi, yaitu di kisaran 53 persen dari total karyawan, sehingga proyek ini perlu mendapat dukungan sebagai bentuk komitmen Peruri untuk mengakomodasi kegiatan komunitas kreatif milenial,” ujar Nungki Indraty.

“Kami sangat gembira dapat menjalin kolaborasi ini dengan Peruri. Dukungan dan antusiasme Peruri atas gagasan kami untuk membuka ruang publik kreatif di sebagian wilayah kantor mereka merupakan kontribusi besar bagi keberlanjutan kreativitas generasi milenial. Apalagi dengan mulai beroperasinya MRT, gaya hidup dan budaya baru akan bertumbuh. Kota Jakarta sangat membutuhkan ruang publik yang mampu menjadi ruang ekspresi yang positif. Para milenial khususnya, membutuhkan ruang interaksi yang sifatnya kolaboratif untuk berkreasi dan eksis bersama,” ujar Handoko Hendroyono.

Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri, menyampaikan rasa kegembiraannya atas proyek M Bloc ini dan berharap dapat menghadirkan kawasan urban atau creative hub dengan konsep yang berbeda dan “kekinian” serta mengusung semangat sinergi BUMN.

“Semoga kawasan M Bloc ini memberi peluang BUMN lain untuk berpartisipasi menawarkan produk-produknya serta menjadi wadah milenial BUMN mengekspresikan kreativitas mereka. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah Indonesia yang memberikan perhatian bagi kreativitas generasi milenial. Rencananya, kawasan kreatif ini akan dibuka bersamaan dengan rangkaian acara HUT Peruri Ke-48 pada September 2019,” ujar Dwina.