BerandaVenueSkanska-Hunt Hengkang, Ekspansi WSCC Tetap Jalan

Skanska-Hunt Hengkang, Ekspansi WSCC Tetap Jalan

Published on

spot_img

Tim pengembangan Washington State Convention Center (WSCC) yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, memutuskan kerja sama dengan Skanska-Hunt, kontraktor yang bertanggung jawab terhadap proyek senilai US$1,4 miliar tersebut.

Matt Griffin, Managing Partner Pine Street Group selaku pengawas proyek ekspansi Washington State Convention Center, mengatakan, Skanska-Hunt tidak cocok untuk menangani proyek tersebut. Tidak ada keterangan detail yang diberikan tim pengembangan Washington State Convention Center terkait alasan pemutusan kerja sama tersebut. Namun, Griffin memastikan, keputusan itu tidak akan memengaruhi proyek perluasan Washington State Convention Center yang saat ini telah menerbitkan kembali Request for Proposal (RFP) bagi kontraktor baru.

Di lain pihak, melalui keterangan persnya, Skanska-Hunt mengatakan, apa yang mereka jalankan dalam proyek Washington State Convention Center telah sesuai dengan nilai-nilai perusahaan dan kepentingan Washington sebagai penyokong dana proyek tersebut. “Layanan yang kami berikan untuk Washington State Convention Center serupa dengan apa yang telah dilakukan di San Francisco, Phoenix, San Antonio, dan San Jose selama satu dekade terakhir,” tulis Skanska-Hunt.

BACA JUGA:  Sarinah akan Disulap Menjadi Wadah Untuk Penyelenggaraan MICE

Melansir Puget Sound Business Journal, Washington State Convention Center berencana memperluas venue hingga dua kali dari ukurannya saat ini, akibat keterbatasan ruang. Washington State Convention Center mengklaim, pihaknya harus menolak 300 proposal event akibat keterbatasan ruang yang membuat Seattle kehilangan potensi pendapatan hingga US$1,6 miliar.

Jeff Blosser, CEO Washington State Convention Center, mengatakan, tahun lalu pusat konvensi seluas 38.528,93 meter persegi itu hanya menggelar 44 event yang dihadiri 126.000 pengunjung dengan spending mencapai US$309,7 miliar. “Tidak ada lagi ruang tersisa yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak pendapatan,” kata Blosser.

BACA JUGA:  Hutan Kota Plataran, Venue Baru untuk Kegiatan MICE

Dow Constantine, King County Council Washington, menuturkan, keterbatasan ruang Washington State Convention Center sangat merugikan Washington. “Kami merupakan kawasan terpadat ke-13 di Amerika Serikat. Namun, pusat konvensi di kawasan ini jauh lebih kecil dibandingkan 55 venue lainnya di Amerika Serikat,” kata Dow Constantine.  

Sebagai informasi, proyek ekspansi Washington State Convention Center diumumkan pada 18 November 2015, dengan menambah area seluas 40.877,33 meter persegi. Penambahan itu meliputi area pameran seluas 23.225,76 meter persegi serta ballroom dan ruang pertemuan hingga 11.148,36 meter persegi.

BACA JUGA:  Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Ditargetkan Resmi Beroperasi pada September 2025

Menilik cetak biru, proyek Washington State Convention Center meliputi stasiun transit Convention Place dan properti yang ada di sekitarnya. Untuk itu, Washington State Convention Center akan membeli Convention Place Station dari Metro Transit dengan uang muka senilai US$15 miliar dan pembayaran selanjutnya dilakukan 30 tahun mendatang.

Selain penambahan ruang, pusat konvensi ini juga akan dilengkapi fasilitas parkir bawah tanah berkapasitas 800 kendaraan. Tahap konstruksi yang diperkirakan menghabiskan investasi senilai US$750 juta akan dimulai pada semester I-2017 dan rampung tahun 2020.

Penulis: Siska Maria Eviline

Rebranding Grand Inna Malioboro Menjadi Grand Hotel De Djokja

Yogyakarta, Venuemagz.com - Hotel legendaris Grand Inna Malioboro resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De...

Pemprov NTB Dorong IP Event di Wilayahnya Melalui Sertifikasi EO

Jakarta, Venuemagz.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen untuk mengembangkan sejumlah...

Timor Leste Andalkan Sport Tourism dan Event untuk Memikat Turis

Dili, Timor-Leste, Venuemagz.com – Dua event pariwisata kelas dunia dan tambahan penerbangan ke Malaysia...

Indonesia Tourism Xchange 2026 Bahas Masa Depan Pariwisata Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia akan memiliki sebuah platform industri nasional...

Rebranding Grand Inna Malioboro Menjadi Grand Hotel De Djokja

Yogyakarta, Venuemagz.com - Hotel legendaris Grand Inna Malioboro resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De...

Pemprov NTB Dorong IP Event di Wilayahnya Melalui Sertifikasi EO

Jakarta, Venuemagz.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen untuk mengembangkan sejumlah...

Timor Leste Andalkan Sport Tourism dan Event untuk Memikat Turis

Dili, Timor-Leste, Venuemagz.com – Dua event pariwisata kelas dunia dan tambahan penerbangan ke Malaysia...