Jakarta, Venuemagz.com — Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS (Indonesia Professional Organizer Society), mengungkapkan rencana strategis untuk mengembangkan ekosistem bisnis yang lebih dinamis melalui kehadiran platform B2B digital. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan interaksi bisnis yang selama ini masih bergantung pada pertemuan tahunan dalam format offline.
Menurut Harry, selama ini pelaku usaha yang berada dalam jaringan IPOS harus menunggu hingga satu tahun untuk kembali bertemu dalam agenda Business-to-Business (B2B) secara langsung. Hal tersebut dinilai kurang efektif, terutama di tengah kebutuhan pasar yang semakin cepat dan menuntut respons yang real-time. Karena itu, IPOS berinisiatif untuk menghadirkan solusi digital yang memungkinkan aktivitas B2B berlangsung lebih intensif dan berkelanjutan.
“Ke depannya, kami akan membuat B2B digital agar tidak harus menunggu satu tahun untuk bertemu,” ujar Harry.
Ia menambahkan bahwa transformasi ini menjadi bagian penting dari upaya IPOS dalam mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan pelaku usaha yang semakin adaptif terhadap sistem digital.
Dalam konsep yang sedang disiapkan, platform B2B digital IPOS akan mengandalkan komunikasi berbasis grup WhatsApp. Melalui skema ini, para anggota dapat melakukan interaksi bisnis setiap hari, mulai dari penawaran produk, negosiasi, hingga kerja sama strategis lainnya. Dengan demikian, peluang bisnis yang sebelumnya terbatas oleh waktu dan tempat dapat diperluas secara signifikan.
Penggunaan WhatsApp Group dipilih karena platform tersebut sudah akrab dan mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai kalangan. Selain itu, pendekatan ini dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan adaptasi yang rumit seperti halnya penggunaan aplikasi baru yang memerlukan pelatihan khusus.
“Di B2B digital nanti, aktivitas bisnis akan berlangsung setiap hari melalui WhatsApp Group,” jelasnya.
Seiring dengan implementasi B2B digital ini, peran kegiatan offline IPOS juga akan mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya acara tatap muka menjadi momen utama untuk transaksi bisnis, ke depan kegiatan tersebut akan difokuskan sebagai ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antaranggota.
“Nantinya acara offline lebih untuk ramah-tamah saja, sementara transaksi bisnis bisa berjalan terus di platform digital,” kata Harry.
Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas jaringan IPOS, sekaligus membuka peluang baru bagi para anggotanya. Dengan sistem yang berjalan setiap hari, pelaku usaha tidak lagi bergantung pada event tahunan untuk mengembangkan bisnis, melainkan dapat secara aktif mencari peluang kapan saja.
Lebih jauh, langkah ini juga mencerminkan tren digitalisasi yang semakin kuat di berbagai sektor industri, termasuk dalam ekosistem B2B. IPOS berupaya memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisinya sebagai wadah kolaborasi bisnis yang relevan dan inovatif.
Dengan rencana ini, IPOS optimistis dapat memberikan nilai tambah bagi para anggotanya, sekaligus menciptakan ekosistem bisnis yang lebih fleksibel, cepat, dan berkelanjutan di era digital.





